Bekasi – Perumahan subsidi di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 2 meter. Banjir yang terjadi pada Jumat (23/1/2026) ini menyebabkan air masuk hingga ke dalam rumah warga.
Tujuh Perumahan Terdampak Luapan Kali CBL
Berdasarkan data dari Sekretaris Desa Sukamekar, Taufik, setidaknya ada tujuh perumahan subsidi dan beberapa perkampungan di Desa Sukamekar yang terdampak. Perumahan Green Lavender dan Nebraska dilaporkan mengalami dampak terparah.
“Ada tujuh perumahan terendam. Yang paling parah di Green Lavender dan Nebraska. Ketinggian saat ini sekitar 150 sentimeter, kemarin sempat 200 sentimeter,” ujar Taufik pada Sabtu (24/1/2026).
Taufik menjelaskan bahwa banjir tersebut disebabkan oleh luapan Kali CBL. Ketinggian air yang mencapai 1,5 meter ini diperkirakan akan lama surut. “Karena ada luapan Kali CBL, jadi masih stuck di 150-lah,” tuturnya.
Warga Butuh Bantuan Logistik Mendesak
Kondisi darurat ini membuat warga sangat membutuhkan bantuan logistik, terutama makanan. Taufik menyampaikan permohonan bantuan kepada pihak terkait.
“Belum ada bantuan, tolong kirim bantuan, sudah lelah banget ini pemerintah desa. Bantuan kayak mi instan atau yang siap saji,” keluhnya.
Ia menambahkan bahwa ketinggian air di dekat bantaran Kali CBL bahkan bisa mencapai 2 meter, membuat rumah warga hampir seluruhnya terendam. Akibatnya, sekitar 3.000 keluarga terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman.
“Ketinggian yang terparah saat ini di dekat bantaran Kali CBL. Ada permukiman di dekat Kali CBL itu yang ketinggiannya bisa mencapai 2 meter, ya kondisinya rumah hampir habis ketutup banjir,” jelasnya.
Evakuasi Balita dan Warga Menggunakan Perahu
Proses evakuasi warga, termasuk balita, dilakukan pada Jumat (23/1/2026) menggunakan perahu oleh petugas. Sebuah video yang dibagikan menunjukkan seorang ibu bersama balitanya dievakuasi oleh petugas.
Dalam rekaman tersebut, terlihat beberapa warga lain juga menaiki perahu untuk menuju lokasi yang lebih aman. Warga yang dievakuasi diarahkan ke berbagai tempat seperti musala, bangunan warga, dan sekolah.
“Dievakuasi ke musala, bangunan warga, sekolah, dan lain-lain yang aman,” pungkas Taufik.






