Berita

Banjir Grobogan: 34 Desa Terendam, 5.214 Keluarga Terdampak, Satu Rumah Rusak Berat

Advertisement

Grobogan, Jawa Tengah – Banjir melanda 34 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Selasa (17/2/2026). Peristiwa ini menyebabkan 5.214 kepala keluarga (KK) terdampak dan satu unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (15/2) pukul 21.00 WIB hingga Senin (16/2) pukul 05.00 WIB. Selain itu, kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, dan Sungai Tuntang turut menyebabkan sungai meluap.

“Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi sejak Minggu (15/2) pukul 21.00 WIB hingga Senin (16/2) pukul 05.00 WIB, serta kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, dan Sungai Tuntang yang menyebabkan sungai meluap,” kata Abdul Muhari, Senin (16/2/2026). Data BNPB tersebut dihimpun per Senin (16/2) pukul 02.00 WIB.

Banjir juga diperparah oleh jebolnya beberapa tanggul. Di Kecamatan Kedungjati, tujuh desa terdampak luapan Sungai Tuntang dengan ketinggian air 20-40 sentimeter (cm). Desa yang terendam meliputi Klitikan (123 KK), Kedungjati (98 KK), Wates (1.000 KK), Jumo (310 KK), Deras (450 KK), Kalimaro (321 KK), dan Padas (60 KK). Genangan di wilayah ini dilaporkan telah surut.

Sementara itu, di Kecamatan Tegowanu, banjir merendam Desa Tajemsari (171 KK terdampak di Dusun Kendalsari dan Mlangi), Desa Sukorejo (600 KK), dan Desa Kebonagung (526 KK). Sebanyak 102 hektare sawah juga terendam dengan ketinggian air berkisar 20-100 cm.

“Tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari dilaporkan jebol, serta tanggul Sungai Jratun di Dusun Mbaru, Desa Kebonagung, juga mengalami kerusakan. Kondisi saat ini berangsur surut,” jelasnya.

Di Kecamatan Gubug, Desa Penadaran terdampak di tiga dusun dengan ketinggian air 30-50 cm dan kini telah surut. Kerja bakti peninggian tanggul Sungai Tuntang terus dilakukan untuk mencegah luapan susulan. Petugas gabungan terlihat memantau tanggul sungai yang diperkuat menggunakan kantong berisi pasir di Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (16/2).

Banjir masih menggenangi wilayah Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, dengan 584 KK terdampak di lingkungan Jajar, Kemasan, Jetis Barat, Jetis Selatan, Simpang Utara, dan Banaran. Di Kelurahan Kalongan, Perumahan Permata Hijau terdampak signifikan dengan ketinggian air mencapai 1 meter dan 1.180 KK terendam.

Desa Karanganyar (Dusun Karangasem) dan Desa Ngraji masih tergenang dengan tinggi air 20-50 cm. Di Kecamatan Karangrayung, banjir terjadi di Desa Karangsono dan Desa Mojoagung. Tanggul Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak dan Dusun Klampisan, Desa Mojoagung, jebol dengan panjang masing-masing sekitar 15 meter, menyebabkan air masuk ke permukiman warga. Genangan berangsur surut dan tersisa di beberapa ruas jalan desa.

Advertisement

Di Kecamatan Geyer, tiga rumah di Desa Bangsri sempat terendam 25 cm dan kini telah surut. Sembilan desa di Kecamatan Toroh terdampak, antara lain Desa Tambirejo (200 KK di tiga dusun), Katong, Sugihan, dengan ketinggian air 30-50 cm dan kini berangsur surut.

Selanjutnya di Kecamatan Pulokulon, Desa Karangharjo, khususnya Dusun Legundi, terdampak luapan Sungai Peganjing setinggi 50 cm, memaksa 30 warga melakukan evakuasi mandiri. Banjir masih terjadi hingga siang hari di Kecamatan Penawangan, sedikitnya enam desa terdampak, termasuk Desa Leyangan, Toko, Sedadi, Tunggu, Karangwader, dan Pengkol.

Perjalanan KA Terganggu

Selain berdampak pada permukiman, banjir juga mengganggu transportasi nasional. Perjalanan kereta api lintas utara rute Jakarta-Surabaya terhambat akibat rel terendam banjir di Km 32 pada petak jalur antara Karangjati dan Gubug. Petugas telah melakukan pengamanan dan penanganan untuk memastikan keselamatan operasional.

Hingga pukul 14.00 WIB, pantauan tinggi muka air di Bendung Sedadi menunjukkan elevasi 26,68 mdpl atau berada pada level siaga dan berangsur turun. Namun, Pos Menduran mencatat tren kenaikan debit air.

BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD dan unsur terkait dalam upaya penanganan darurat, meliputi evakuasi warga, distribusi logistik, monitoring lapangan, serta penguatan tanggul darurat di sejumlah titik.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi dalam dua hari ke depan. Dengan kondisi tanggul yang jebol di beberapa lokasi dan debit sungai yang fluktuatif, ancaman banjir susulan tetap ada.

“BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila debit air kembali meningkat. Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat banjir di Grobogan,” pungkasnya.

Advertisement