TANGERANG SELATAN – Warga di kawasan Pasar Cimanggis masih mengeluhkan bau menyengat yang belum sepenuhnya hilang, meskipun tumpukan sampah yang sempat menggunung telah diangkut. Bau tidak sedap ini tidak hanya berasal dari sisa sampah, tetapi juga dari selokan yang terletak persis di seberang pasar.
Pantauan di lokasi pada Jumat (8/1/2026) menunjukkan selokan selebar sekitar 1 meter itu dipenuhi air keruh berwarna hitam. Tumpukan sampah berserakan di dalamnya, diapit oleh belukar dan gundukan tanah.
Aktivitas Pembuangan Sampah Liar
Seorang warga setempat, Tarmidzi (58), yang juga bertugas sebagai petugas keamanan di area tersebut, mengaku sering melihat warga membuang sampah langsung ke dalam selokan. Ia menduga mereka enggan membayar iuran sampah atau menghindari petugas.
“Orang yang saya sebel tuh, ada yang sampai buang di kali (selokan). Malam-malam datang bawa sampah dua karung, buang aja ke kali sini. Susah amat buat bayar iuran sampah kayaknya itu,” keluh Tarmidzi saat ditemui di lokasi.
Tarmidzi menambahkan bahwa praktik pembuangan sampah sembarangan ini sering dilakukan pada malam atau pagi hari. Pelaku biasanya melemparkan sampah dari kendaraan, baik mobil maupun motor, sambil mengamati situasi.
“Kalau orang buang sampah di sini ya orang mana aja. Saya sering lihat kalau pagi malam gitu, orang pakai mobil apa motor, lempar-lempar aja. Ada yang clingak-clinguk, nggak ada petugas buang,” jelasnya.
Tumpukan Sampah yang Menggunung
Menurut Tarmidzi, masalah tumpukan sampah di Pasar Cimanggis baru terjadi belakangan ini. Biasanya, sampah di area tersebut diangkut setiap satu hingga dua hari sekali.
“Baru belakangan ini aja sampai numpuk. Biasanya sehari dua hari maksimal udah diangkut. Ini kemarin lama banget nggak diangkut,” ujarnya.
Ia juga menceritakan bahwa tumpukan sampah sempat terjadi pada akhir tahun lalu. Setelah diangkut, sampah kembali menumpuk dalam waktu dua hari.
“Iya waktu itu sempat diangkut, kapan itu ya. Terus dua hari tiga hari penuh lagi numpuk. Saya nggak paham juga aslinya dari mana, bisa cepat gitu nambahnya. Yang borongan buang ke sini ada,” katanya.
Tarmidzi berharap ada solusi permanen untuk masalah ini. “Ini tunggu aja nanti, dua tiga hari lagi paling penuh lagi. Itu kalau belum ada solusi, ini sekarang lagi dijaga, ya semoga aja beneran nggak sampai kayak kemarin,” harapnya.






