Pelatih Genoa, Daniele De Rossi, angkat bicara mengenai insiden kartu merah yang diterima Pierre Kalulu dalam pertandingan antara Inter Milan dan Juventus pada Minggu (15/2/2026) dini hari WIB. De Rossi menyatakan ‘senang’ drama VAR terjadi dalam duel besar tersebut, karena hal itu menyoroti aturan yang ia sebut “bodoh”.
Drama Kartu Merah Kalulu
Dalam laga yang digelar di San Siro itu, Kalulu diganjar kartu kuning kedua setelah dianggap menjatuhkan Alessandro Bastoni. Namun, rekaman pertandingan menunjukkan Bastoni melakukan simulasi jatuh yang berlebihan demi memancing kartu merah bagi bek Genoa tersebut. Karena insiden tersebut tidak berujung kartu merah langsung, Video Assistant Referee (VAR) tidak dapat melakukan intervensi meskipun protes keras dari para pemain Juventus.
Akibatnya, Juventus harus bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama dan akhirnya kalah dengan skor 2-3. Insiden ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola.
Kritik De Rossi Terhadap Aturan VAR
Kepala wasit Serie A, Gianluca Rocchi, telah mengakui bahwa pemberian kartu kuning kedua kepada Kalulu merupakan sebuah kekeliruan. Desakan agar kartu kuning kedua juga dapat ditinjau oleh VAR semakin menguat, mengingat banyaknya kasus serupa yang merugikan tim.
De Rossi mengaku telah menyuarakan keprihatinannya mengenai hal ini sejak lama. Baginya, kartu kuning kedua memiliki dampak yang sangat vital terhadap perubahan arah sebuah pertandingan.
“Saya adalah salah satu orang pertama yang merayakan diperkenalkannya VAR dan mungkin salah satu orang pertama yang menyadari bahwa kita akan selalu saling mengejar hal-hal tertentu,” ujar De Rossi, mengutip dari Corriere dello Sport.
“Satu-satunya hal positif adalah itu (kartu merah Kalulu) terjadi di laga antara Juve dan Inter, yang membuat seluruh dunia membicarakannya. Ini adalah laga yang ditonton seluruh dunia dan sangat penting di Italia.”
De Rossi melanjutkan kritiknya, “(Menyatakan) kartu kuning kedua tak seserius kartu merah langsung adalah aturan VAR paling bodoh, dan saya sudah bilang begitu selama tiga tahun. Akan mudah untuk mengubahnya dalam dua hari. Setiap kartu kuning kedua, mulai besok, harus ditinjau.”
Ia menegaskan, “Saya pikir akan sulit untuk menemukan orang yang tak setuju bahwa kartu kuning kedua tak seserius kartu merah setelah laga itu, sekarang hal itu mengubah jalannya laga bahkan lebih dari sebuah gol atau penalti.”
Potensi Perubahan Aturan
International Football Association Board (IFAB), badan pembuat aturan sepak bola dunia, dikabarkan akan segera melakukan perubahan. Perubahan tersebut diharapkan dapat mengizinkan VAR untuk meninjau kartu kuning kedua, dan berpotensi diimplementasikan mulai Piala Dunia 2026 mendatang.
Sumber: 90Menit.ID






