Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih mengaku terkejut mendengar kabar penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS). Henry memiliki kedekatan dengan Maduro, bahkan pernah ikut berkampanye untuknya pada Pemilu Venezuela tahun 2013.
Perkenalan dengan Maduro Lewat Chavez
Henry Saragih, yang menjabat sebagai pemimpin La Via Campesina atau Gerakan Petani Dunia pada 2013, menceritakan awal perkenalannya dengan Maduro. Perkenalan itu terjadi berkat mantan Presiden Venezuela, Hugo Chavez, yang dinilai sangat mendukung petani di Amerika Latin.
“Ya tentu terkejut. Saya kenal sama Maduro bermula dari Chavez, sebagai Presiden Venezuela, yang banyak mendukung petani di Latin America. Dia mendukung dalam bentuk bangunan sekolah untuk pertanian agroekologi di Venezuela dan di banyak tempat di Latin America,” ujar Henry.
Chavez memperkenalkan Henry kepada Maduro yang saat itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. Maduro bertugas memperlancar dukungan Venezuela untuk petani, terutama di Amerika Latin. Henry, sebagai Koordinator Gerakan Petani Dunia, aktif mengurus dukungan tersebut mengingat anggota La Via Campesina tersebar di seluruh dunia.
Dukungan untuk Maduro dan Kecaman terhadap AS
Setelah kepergian Chavez, Maduro muncul sebagai penerus kepemimpinan di Venezuela. Henry diundang oleh Maduro untuk memberikan kesaksian dalam kampanyenya agar dipilih oleh rakyat Venezuela.
Henry Saragih mengecam keras tindakan Amerika Serikat yang menangkap Maduro pada Sabtu (3/1), menyebutnya sebagai tindakan berbahaya.
“Ini adalah preseden berbahaya ‘imperialisme tanpa topeng’. Ketika sebuah negara berusaha mempertahankan kedaulatan politik, sumber daya, dan pangan rakyatnya, maka pemimpinnya dikriminalisasi dan dinegasikan legitimasinya,” tegas Henry.
Ia menambahkan bahwa Maduro berani melanjutkan nasionalisasi pengelolaan sumber daya alam Venezuela. Henry khawatir AS akan merampas tanah para petani kecil di Venezuela, terutama mengingat Presiden AS Donald Trump secara terbuka ingin menguasai minyak negara tersebut.
“Hari ini Venezuela, besok bisa negara lain. Karena itu, kami menolak segala bentuk intervensi, penculikan, dan kriminalisasi politik atas nama apa pun,” pungkas Henry.
Nicolas Maduro ditangkap oleh AS atas tuduhan keterlibatan dalam kartel narkoba dan kini ditahan untuk diadili di AS.






