Seorang perempuan berinisial SU (41) dilaporkan berhasil membawa kabur perhiasan senilai hampir Rp 2 miliar setelah membakar sebuah toko emas di Makassar, Sulawesi Selatan. Aksi nekat ini diduga dilakukan dengan menggunakan bom molotov, yang menimbulkan kepanikan dan dimanfaatkan pelaku untuk melarikan diri.
Kronologi Kejadian
Menurut Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, pelaku awalnya datang ke toko emas dengan berpura-pura sebagai pembeli. Ia kemudian meminta untuk ditunjukkan beberapa perhiasan emas dengan alasan ingin memfotonya untuk dikirimkan kepada suaminya.
“Pelaku datang karena ingin membeli emas tujuannya begitu lalu diterima di pegawai sana setelah itu emas terkumpul ke wadah,” ujar Arya, Jumat (13/2/2026), dilansir dari detikSulsel.
Namun, di tengah proses pelayanan, pelaku tiba-tiba menyulut botol berisi cairan bahan bakar yang telah disiapkannya. Botol tersebut berisi minyak dan disulut saat emas sudah terkumpul dalam satu wadah.
“Jadi dia sudah membawa botol air mineral itu diisi dengan minyak, ketika terkumpul dalam satu wadah lalu dibakarlah di tempat tersebut,” jelas Arya.
Modus Pencurian dengan Pembakaran
Kepanikan yang timbul akibat pembakaran tersebut dimanfaatkan pelaku untuk mengambil emas yang dikeluarkan dari etalase toko dan segera melarikan diri.
Arya menegaskan bahwa botol berisi bahan bakar tersebut tidak dilemparkan oleh pelaku. “Ini tidak terjadi pelemparan, tetapi pelaku dari awal dari rumahnya di Bantaeng berjalan menuju ke toko ini untuk niat jahat untuk melakukan pencurian dengan modus melakukan pembakaran di toko emas tersebut,” paparnya.
Pelaku yang berusaha kabur dari lokasi kejadian sempat dikejar dan diamankan oleh warga setempat sebelum akhirnya diserahkan kepada aparat kepolisian yang tiba di lokasi.
“Jadi barang buktinya ini, kurang lebih senilai hampir Rp 2 miliar, macam-macam gramnya itu karena dari pihak toko sudah menyampaikan kurang lebih sekitar Rp 2 miliar,” tambah Arya.






