Berita

Evakuasi 5 Jenazah Korban Pesawat ATR di Pangkep Dilakukan Lewat Udara Besok Pagi

Advertisement

PANGKEP, SULAWESI SELATAN – Upaya evakuasi lima jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, akan dilanjutkan besok pagi, Jumat (23/1/2026), menggunakan jalur udara. Keputusan ini diambil setelah satu jenazah berhasil dievakuasi malam ini melalui jalur darat.

Satu Jenazah Dievakuasi Malam Hari

Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, menjelaskan bahwa satu jenazah korban telah berhasil diangkat ke puncak sekitar pukul 17.56 Wita dan sedang dalam proses penurunan ke Posko Tompobulu, Kabupaten Pangkep. Jenazah tersebut dievakuasi melalui darat menuju Posko Operasi SAR di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci.

Pantauan di lokasi, jenazah tiba di pintu masuk jalur pendakian Gunung Bulusaraung pada pukul 21.15 Wita. Setelah tiba, jenazah langsung dibawa ke posko DVI untuk proses identifikasi dan pemberian label.

Lima Jenazah Lain Menunggu Evakuasi Udara

Sementara itu, lima jenazah lainnya masih berada di lokasi kecelakaan, sekitar 300 meter dari puncak Bulusaraung. Kelima jenazah tersebut telah dikumpulkan di area yang lebih terbuka untuk persiapan evakuasi udara yang dijadwalkan besok.

Advertisement

“Dan untuk 5 korban lainnya posisi masih di sekitaran TKP namun sudah dikumpulkan, kita cari daerah yang terbuka. Karena memang dari awal kita ingin cepat maka kita akan menggunakan evakuasi udara,” ujar Dody.

Dody menambahkan, rencana evakuasi udara besok pagi akan langsung menerbangkan kelima jenazah ke Lanud Sultan Hasanuddin. Ia berharap kondisi cuaca di sekitar Gunung Bulusaraung mendukung agar proses evakuasi dapat berjalan lancar.

“Besok pagi kita lanjutkan kembali, kita doakan bersama cuaca besok pagi khususnya yang mau mengambil evakuasi udara dari 5 korban tersebut bisa berjalan dengan lancar,” imbuhnya.

Advertisement