Berita

Fadli Zon: Kepemimpinan Prabowo Manifestasi Nyata Politik Akal Sehat Berakar Konstitusi

Advertisement

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto merupakan perwujudan nyata dari ‘politik akal sehat’ yang berlandaskan amanat konstitusi. Penilaian ini disampaikan Fadli saat menghadiri acara bedah buku karya wartawan J. Osdar berjudul “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” di Parle, Senayan, Jakarta, Senin (16/2/2026).

Konsistensi Pemikiran Prabowo

Menurut Fadli, buku tersebut berhasil menangkap konsistensi pemikiran Prabowo yang telah terbangun selama puluhan tahun. Ia mengaku mengenal Prabowo sejak keduanya aktif di Center for Policy and Development Studies (CPDS) pada tahun 1993. Fadli berpendapat bahwa kebijakan yang dijalankan Presiden saat ini merupakan eksekusi dari dialektika pemikiran panjang tersebut.

“Pak Prabowo tidak berubah. Apa yang beliau lakukan hari ini adalah exercise atau pelaksanaan dari akal sehat itu sendiri. Bagi beliau, akal sehat tidak boleh hanya berhenti di ruang diskusi atau perdebatan intelektual, tetapi harus dilaksanakan melalui jalur politik,” ujar Fadli.

Menghidupkan Kembali Tradisi Intelektual Pendiri Bangsa

Fadli menarik benang merah antara langkah Prabowo dengan tradisi intelektual para pendiri bangsa. Ia mencontohkan bagaimana Soekarno dengan PNI, Mohammad Hatta dengan PNI Pendidikan, serta Sutan Sjahrir dan Mohammad Natsir yang mendirikan partai politik sebagai kendaraan untuk membumikan ideologi mereka.

Koreksi Neoliberalisme dan Penguatan Ekonomi Strukturalis

Lebih lanjut, Fadli menekankan komitmen Prabowo untuk mengembalikan arah ekonomi bangsa sesuai Pasal 33 UUD 1945. Kebijakan strategis seperti swasembada pangan, energi, dan makan bergizi gratis dinilainya sebagai upaya mengoreksi praktik liberalisasi ekonomi yang dinilai kebablasan.

Advertisement

“Pekerjaan besar kita sekarang adalah melakukan koreksi terhadap neoliberalisme. Pak Prabowo ingin mengembalikan ekonomi kita ke jalur konstitusi yang sifatnya imperatif: bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat. Itulah ideologi ekonomi strukturalis, atau ekonomi yang menempatkan National Interest First,” jelas Fadli.

Tiga Pilar Pembangunan Pemerintahan Prabowo

Fadli menjelaskan bahwa Pemerintahan Prabowo saat ini sedang membangun tiga pilar utama untuk mencapai tujuan tersebut:

  • Getting institution right: Pembenahan institusi negara agar tepat fungsi.
  • Getting intervention right: Kebijakan intervensi negara yang pas dan terukur.
  • Getting coordination right: Koordinasi lintas sektor yang efektif.

Ia berharap buku ini dapat menjadi ruang refleksi dan pengingat bahwa kekuasaan sejatinya adalah alat untuk melayani kepentingan nasional dengan ketenangan dan kedewasaan.

Tokoh yang Hadir

Acara bedah buku ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, antara lain Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, Anggota DPR RI Aboe Bakar Al Habsyi, Rocky Gerung, serta para pegiat literasi. Bedah buku dimoderatori oleh Effendi Gazali, dengan pembicara Jimly Asshiddiqie, Aris Marsudiyanto, Suryopratomo, dan Anindya Novan Bakrie.

Advertisement