Flyover Pesing di Jakarta Barat menjadi sorotan akibat serangkaian masalah yang mengintai pengguna jalan. Kawasan ini tidak hanya kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas, tetapi kini juga dilanda banjir saat hujan deras mengguyur.
Rekam Jejak Kecelakaan Maut dan Kendala Teknis
Kecelakaan di Flyover Pesing telah menjadi pemandangan yang mengkhawatirkan, melibatkan berbagai jenis kendaraan mulai dari sepeda motor hingga truk. Salah satu insiden tragis terjadi pada Selasa, 23 September 2025, ketika seorang pengendara motor berinisial K (49) meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan sebuah truk boks. Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, kecelakaan bermula saat korban melaju dari arah timur menuju barat dan menabrak pembatas jalan flyover. Korban kemudian terpental dan jatuh ke bawah truk boks yang melaju dari arah berlawanan.
Peristiwa lain yang sempat melumpuhkan lalu lintas terjadi pada Jumat, 17 Oktober 2025. Sebuah truk semen mengalami patah as roda belakang di Flyover Pesing, menyebabkan lalu lintas dari arah Cengkareng menuju Grogol dialihkan ke jalur bawah. Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Sudarmo, mengonfirmasi kendala tersebut dan menyatakan bahwa truk sedang dalam proses evakuasi menggunakan mobil derek.
Banjir Melanda Akibat Saluran Air Tersumbat
Terbaru, Flyover Pesing kembali tergenang air pada Kamis, 22 Januari 2026, akibat hujan deras yang tak kunjung reda. Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Metro Jakarta Barat, AKP Sudarmo, menjelaskan bahwa penyebab utama banjir adalah tersumbatnya saluran air. “Ada genangan air, salurannya tersumbat sehingga air nggak bisa terserap,” ujarnya saat dihubungi.
Meskipun kendaraan masih dapat melintas, kecepatan harus dikurangi karena ketinggian genangan air mencapai 10-15 cm. Pasukan kuning dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta segera diterjunkan untuk menangani masalah ini. Petugas berupaya membuka saluran yang tersumbat oleh sampah.
Upaya Perbaikan Drainase dan Jalan Berkelanjutan
Menanggapi masalah genangan yang berulang, Kepala Pusdatin Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinnarwenny, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan perbaikan drainase sejak tahun 2025. “Kami sudah melakukan sejumlah perbaikan pada drainase, tetapi masih ada indikasi penyumbatan yang menyebabkan genangan,” ungkapnya.
Selain perbaikan drainase, Bina Marga juga memperbaiki jalan beton di flyover yang sebelumnya rusak akibat terdampak banjir. Koordinasi dengan Sudin Kehutanan dan Pertamanan (Sudintamhut) Jakarta Barat terus dilakukan untuk mengatasi penyumbatan saluran air dan mencegah genangan di masa mendatang. Pihaknya berkomitmen untuk terus memantau kondisi flyover dan melakukan perbaikan berkelanjutan demi meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.






