Polisi telah menyiapkan serangkaian rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, selama periode libur Imlek 2026. Langkah-langkah yang akan diterapkan meliputi sistem ganjil genap dan one way atau satu arah.
Rekayasa Lalu Lintas Ganjil Genap dan One Way
Menurut KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto, sistem ganjil genap akan mulai diberlakukan pada sore hari ini, Jumat (13/2/2026). Sistem ini akan diterapkan sebelum pemberlakuan sistem one way jika terjadi kepadatan lalu lintas yang signifikan. Ardian menjelaskan bahwa sistem one way akan diberlakukan hingga tanggal 17 Februari 2026, bertepatan dengan perayaan Imlek.
“Untuk ganjil genap nanti sampai hari Imlek itu di Selasa, ya, betul tanggal 17, ya. Kalau memang itu kan cuti bersama, kalau sudah ditetapkan cuti bersama, itu pasti karena kan ditetapkan hari libur, libur nasional jadinya. Kalau untuk cuti bersama, itu juga kita laksanakan. Jadi mulai hari Sabtu sampai dengan hari Selasa,” ungkapnya.
Kesiagaan Bencana dan Koordinasi Lintas Sektoral
Selain fokus pada pengaturan lalu lintas, rapat lintas sektoral juga telah dilaksanakan bersama berbagai instansi terkait. Pembahasan dalam rapat tersebut tidak hanya mencakup rekayasa lalu lintas, tetapi juga kesiagaan terhadap potensi bencana alam di kawasan Puncak, mengingat saat ini merupakan musim hujan.
Instansi yang terlibat dalam rapat koordinasi ini meliputi Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, TNI, BPBD, dan Dinas Pemadam Kebakaran. “Itu melibatkan dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dari TNI, kemudian BPBD serta Damkar untuk antisipasi apabila memang saat ini itu musim hujan sehingga kita antisipasi bencana juga,” beber Ardian.
Imbauan untuk Pengendara
Ardian mengimbau para pengendara yang berencana melintasi kawasan Puncak untuk senantiasa memantau perkembangan pola rekayasa lalu lintas yang dapat berubah sewaktu-waktu. Ia menyarankan agar pengendara mempertimbangkan destinasi alternatif di wilayah Kabupaten Bogor jika terjadi penutupan jalan.
“Apabila sedang dilaksanakan penutupan, alangkah lebih baiknya untuk destinasinya bisa dialihkan di wilayah lain di Kabupaten Bogor, itu cukup banyak, baik itu wisata kuliner maupun wisata alam yang lainnya,” sebutnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memastikan kendaraan dalam kondisi prima, mengingat kondisi jalan di Puncak yang memiliki tanjakan dan turunan. Pengendara juga diminta memperhatikan waktu keberangkatan sesuai dengan jadwal ganjil genap yang berlaku.
“Serta yang ketiga adalah selalu utamakan keselamatan, selalu berhati-hati, tertib dalam berlalu lintas, selalu menjaga jarak aman antarkendaraan agar tidak terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Sebelumnya, tercatat sekitar 10 ribu kendaraan telah melintasi jalur Puncak pada pagi hari ini, meskipun sistem ganjil genap belum sepenuhnya diberlakukan.






