Berita

Mendagri Serahkan 1.455 Sapi Bantuan Presiden Prabowo untuk Warga Aceh Sambut Ramadan

Advertisement

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, secara simbolis menyerahkan 1.455 ekor sapi bantuan dari Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh. Penyerahan ini dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan dan sebagai bagian dari tradisi meugang.

Tradisi Meugang dan Bantuan Sapi

Tito Karnavian menjelaskan bahwa bantuan sapi ini merupakan tradisi meugang yang lazim dilakukan masyarakat Aceh menjelang Ramadan. “Ini Bapak Presiden tadi juga… memberikan bantuan juga sesuai tradisi yang ada di sini, tradisi meugang, yaitu pembagian daging satu hari sebelum Ramadan. Itu diberikan kepada daerah-daerah yang terdampak (di Aceh),” ujar Tito dalam keterangan tertulis, Jumat (13/2/2026).

Selain bantuan dari Presiden, Tito juga menyerahkan 25 ekor sapi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada masyarakat Aceh. Anggaran bantuan sapi dari Presiden telah ditransfer kepada kepala daerah terdampak bencana di Aceh, yang kemudian akan disalurkan langsung kepada masyarakat.

Kewenangan Kepala Daerah dan Prinsip Penyaluran

Tito memberikan kewenangan penuh kepada para bupati dan wali kota untuk mengatur penyaluran bantuan tersebut. “Jadi saya minta kebijakan dari para bupati, wali kota masing-masing, mengaturnya. Saya berikan kewenangan itu,” imbuhnya.

Prinsip utama penyaluran bantuan ini adalah agar setiap keluarga terdampak bencana di Aceh memperoleh pembagian daging sapi secara adil. Tito berpesan agar para kepala daerah dapat menyalurkannya secara merata kepada masyarakat yang membutuhkan.

Advertisement

Menjaga Kerukunan dan Dukungan Pascabencana

Lebih lanjut, Tito berpesan kepada masyarakat Aceh untuk senantiasa menjaga kerukunan, terutama menjelang bulan suci Ramadan. “Ini kan (bantuan sapi untuk) bulan Ramadan. Jadi kita harus syukuri, dan inilah ujian,” jelas Tito.

Pemerintah, kata Tito, terus bekerja keras untuk mempercepat pemulihan pascabencana, termasuk di Aceh Tamiang. Ia berencana untuk kembali ke Aceh Tamiang pada hari pertama puasa untuk meninjau langsung dan melaksanakan ibadah puasa serta tarawih bersama para pengungsi.

“Saya akan kembali lagi ke Tamiang pada hari puasa pertama dan akan buka puasa bersama dengan para pengungsi sekaligus juga tarawehan bersama… Tujuannya cuma satu, ingin membesarkan hati Bapak/Ibu sekalian bahwa kami bersama Bapak/Ibu sekalian,” pungkasnya. (prf/ega)

Advertisement