Bogor – Sebuah lubang besar menganga di ruas Jalan Sholeh Iskandar (Sholis), Tanah Sareal, Kota Bogor, akibat tanah amblas. Kejadian ini menyebabkan arus lalu lintas mengalami kemacetan parah.
Lubang Menganga di Tengah Jalur
Pantauan pada Jumat, 13 Februari 2026, menunjukkan jalan amblas hingga membentuk lubang besar di tengah jalur. Titik kejadian berada sekitar 200 meter menjelang lampu merah Simpang Yasmin, dari arah Simpang Tol BORR.
Lubang yang menganga di tengah jalur ini secara langsung menghambat arus kendaraan. Pengendara terpaksa mengantre untuk menghindari titik jalan yang amblas, sehingga menimbulkan kemacetan.
Warga Khawatir dan Berharap Perbaikan Cepat
Warga sekitar berharap agar lubang besar di tengah Jalan Sholeh Iskandar segera ditangani karena dinilai sangat berbahaya. Selain menimbulkan kemacetan, lubang ini berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“Pantes macet ya, saya kira ada apa. Kelihatannya lubangnya besar juga, bahaya banget kalau nggak diperbaikin buru-buru. Bisa bikin macet parah ini kalau sore, apalagi besok akhir pekan juga kan,” ujar Andrianto, seorang pengendara motor asal Dramaga, Bogor, yang ditemui di lokasi.
Kronologi Penemuan Lubang
Menurut Anjar, seorang warga yang bekerja sebagai pembuat kusen kayu di pinggir Jalan Sholis, lubang tersebut baru diketahui pada siang hari, sekitar pukul 11.00 WIB. Ia memastikan tidak ada lubang saat melintas di lokasi pada pagi harinya.
“Saya sih tahunya tadi siang, pas mau pulang, saya sudah lihat ada lubang saja. Itu sekitar jam 11.30 WIB, mau Salat Jumat. Rumah saya kan di seberang, jadi tadi pagi nyeberang ke sini (tempat kerja) belum ada lubang,” kata Anjar di lokasi.
Anjar menambahkan, “Tadi pagi kayaknya belum. Saya sempat menyeberang ke sana tadi pagi, belum lihat ada apa-apa. Baru pas pulang siang itu saya kaget (melihat lubang). Ya mungkin bolongnya pas saya kerja.”
Upaya Penandaan Lubang
Untuk mencegah pengendara terperosok, Anjar mengaku sempat memberi tanda di sekitar lubang yang menganga dengan menggunakan kayu palang.
“Bukan ngejagain, tadi saya cuma memberi tanda pakai kayu saja di situ. Setelah orang-orang (petugas) pada datang, baru saya tinggal. Cuma supaya jadi penanda aja, bahaya kalau tidak ada tandanya, motor jangan sampai masuk ke dalam lubang itu,” jelasnya.
Anjar berharap agar perbaikan segera dilakukan demi keselamatan pengguna jalan. “Intinya segera diperbaiki supaya tidak bahaya. Biar keselamatan orang lebih terjaga, itu saja sih,” imbuhnya.






