Berita

Indonesia Bergabung Koalisi Pasar Karbon, Dorong Pembiayaan Iklim Berbasis Alam

Advertisement

JAKARTA – Indonesia secara resmi menjadi anggota pemerintah ke-11 dalam The Coalition to Grow Carbon Markets. Langkah strategis ini merupakan upaya Indonesia untuk mendorong pembiayaan iklim internasional yang berfokus pada solusi berbasis alam.

Pengumuman di London

Keanggotaan Indonesia di koalisi tersebut diumumkan oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dalam sebuah diskusi meja bundar di kantor pusat Standard Chartered, London. Acara bertajuk Advancing Indonesia-UK Collaboration on High-Integrity Carbon Markets ini digelar menyusul pertemuan antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, yang menandai peluncuran Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris (UK-Indonesia Strategic Partnership).

Tujuan Koalisi Pasar Karbon

The Coalition to Grow Carbon Markets memiliki tujuan utama mempercepat penurunan emisi global. Hal ini dilakukan dengan memperkuat insentif bagi sektor usaha agar berinvestasi pada kredit karbon yang memiliki integritas tinggi, termasuk yang mendukung solusi berbasis alam.

Kontribusi Indonesia

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan, “Merupakan suatu kehormatan bagi saya mengumumkan bahwa hari ini Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets, mewakili sektor kehutanan Indonesia.” Ia menambahkan bahwa Indonesia, sebagai pemilik hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, serta memiliki ekosistem mangrove dan lahan gambut tropis yang luas, memiliki modal alam yang signifikan.

“Indonesia memiliki modal alam yang signifikan dan pengalaman nyata dalam solusi berbasis alam, yang dapat memberikan kontribusi penting bagi upaya global dalam mencapai target iklim,” ujar Raja Juli.

Advertisement

Meningkatkan Permintaan Kredit Karbon

Sebagai anggota baru, Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama dengan negara-negara lain dalam koalisi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan permintaan terhadap kredit karbon berintegritas tinggi dari sektor kehutanan dan solusi berbasis alam.

“Sebagai anggota Koalisi, yang mewakili sektor kehutanan, Indonesia akan bekerja bersama negara-negara yang memiliki visi serupa untuk meningkatkan permintaan terhadap kredit karbon berintegritas tinggi dari sektor kehutanan dan solusi berbasis alam, guna mendukung pertumbuhan hijau, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia,” jelasnya.

Anggota Koalisi Lainnya

Kementerian Kehutanan RI bergabung dengan sepuluh pemerintah anggota Koalisi lainnya. Negara-negara tersebut adalah Kanada, Prancis, Panama, Peru, Swiss, Selandia Baru, dan Zambia. Selain itu, terdapat juga Ketua Bersama Koalisi dari Kenya, Singapura, dan Inggris.

Dukungan Inggris

Perwakilan Khusus Inggris untuk Iklim, Rachel Kyte, menyambut baik keanggotaan Indonesia. “Saya menyambut baik bergabungnya Indonesia dalam The Coalition to Grow Carbon Markets-sebuah inisiatif yang dengan bangga dipelopori oleh Kenya, Singapura, dan Inggris. Pasar karbon dapat memainkan peran penting dalam mewujudkan kemajuan menuju target iklim negara,” ungkapnya.

Advertisement