Jakarta – Meriyati Hoegeng, istri dari Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, yang akrab disapa Eyang Meri, meninggal dunia pada hari ini, Selasa (3/2/2026). Jenazah Eyang Meri telah diberangkatkan dari RS Polri Kramat Jati menuju rumah duka di kawasan Depok.
Pantauan di lapangan menunjukkan jenazah Eyang Meri dibawa menggunakan mobil ambulans RS Polri Kramat Jati setelah menjalani proses pemulasaraan di rumah duka rumah sakit tersebut. Selama proses pemulasaraan, pihak keluarga terus mendampingi, termasuk cucunya, Rama Hoegeng.
Sejumlah petinggi Polri turut hadir melayat di ruang pemulasaraan. Tampak hadir Komjen Chryshnanda Dwilaksana, Karumkit RS Polri Kramat Jati Brigjen Prima Heru, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal, Kapolres Bogor Kota Kombes Rio Wahyu Anggoro, dan Kapolsek Kramat Jati AKP Pesta Hasiholan Siahaan.
Eyang Meri sebelumnya menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Beliau menghembuskan napas terakhir pada pukul 13.25 WIB, Selasa (3/2/2026). Jenazah rencananya akan disemayamkan di Pesona Khayangan, Depok.
Meriyati Hoegeng lahir pada 23 Juni 1925, merupakan putri dari pasangan Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Beliau menikah dengan Hoegeng Iman Santoso pada 31 Oktober 1946 di Yogyakarta dan dikaruniai tiga orang anak: Renny Soerjanti Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng, dan Sri Pamujining Rahayu.
Pada perayaan ulang tahunnya yang ke-100 tahun lalu, Eyang Meri sempat mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan. “Saya hanya bisa berdoa semoga semuanya keadaan sehat, selamat dalam lindungan Allah SWT,” ujar Eyang Meri pada Senin (23/6/2025).






