Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menggelar bakti sosial operasi katarak gratis yang menyasar 160 warga dari lima kabupaten/kota di Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (8/2/2026) ini difokuskan di Kabupaten Majalengka, meliputi warga dari Majalengka, Kuningan, Cirebon, Indramayu, dan Sumedang.
Kolaborasi Lintas Sektor
Operasi katarak ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemensos dengan Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI) Pusat. Sebanyak delapan dokter mata dan 17 tenaga medis dari PERDAMI terlibat dalam kegiatan ini. Selain itu, Yayasan Peduli Pundi Amal (YPP Peduli Pundi Amal) dan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Livasya turut berkontribusi dengan mengerahkan 35 tenaga medis dan administrasi. Pemerintah Kabupaten Majalengka juga memberikan dukungan penuh untuk kelancaran acara.
Seluruh peserta yang mendaftar menjalani proses skrining medis sesuai standar operasional prosedur sebelum tindakan operasi dilaksanakan di RSIA Livasya. Dari 237 pendaftar, 180 orang dinyatakan memenuhi syarat medis. Dari jumlah tersebut, 160 pasien berhasil menjalani operasi katarak, terdiri atas 105 lansia dan 55 pasien non-lansia.
Bantuan Pemulihan Pascaoperasi
Selain layanan operasi katarak, para peserta juga menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kemensos. Bantuan ini berupa paket nutrisi yang meliputi susu, beras, makanan tambahan, dan vitamin untuk mendukung proses pemulihan pascaoperasi.
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Supomo, menyatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi lansia. “Gangguan penglihatan akibat katarak kerap membatasi aktivitas dan menurunkan kualitas hidup lansia. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, kami berharap para lansia dapat kembali beraktivitas secara mandiri,” ujar Supomo dalam keterangan tertulisnya pada Senin (9/2/2026).
Supomo menambahkan, bakti sosial ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat sekaligus meningkatkan kepedulian sosial terhadap kesejahteraan lansia. Dalam acara tersebut, turut hadir Direktur Utama SCTV-Indosiar dan Bupati Majalengka, Eman Suherman, yang keduanya mengapresiasi inisiatif Kemensos dan PERDAMI.
Pendamping sosial bersama tim Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) turut berperan dalam proses skrining hingga pendampingan pascaoperasi untuk memantau kondisi kesehatan mata para peserta. “Kegiatan operasi katarak ini merupakan bagian dari intervensi rehabilitasi sosial Kemensos melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga medis, dan masyarakat. Kemensos berharap para lansia penerima manfaat dapat kembali melihat dengan baik dan menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri,” jelasnya.
Salah satu penerima manfaat, Kanta (96), mengungkapkan rasa syukurnya. “Berharap penglihatannya kembali pulih sehingga dapat beraktivitas normal,” tutupnya.






