Berita

Korlantas Polri Manfaatkan ETLE Drone Patrol Presisi untuk Tindak Pelanggaran Lalu Lintas

Advertisement

Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kembali mengoptimalkan teknologi dalam penindakan pelanggaran lalu lintas melalui program ETLE Drone Patrol Presisi. Sistem ini difokuskan pada titik-titik rawan pelanggaran untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas.

Pada Sabtu, 10 Januari 2026, tercatat sebanyak 18 pelanggaran lalu lintas berhasil teridentifikasi dan terekam oleh kamera ETLE Drone. Mayoritas pelanggaran didominasi oleh pengendara roda dua yang tidak mematuhi ketentuan keselamatan dasar.

Kasi Binwas Ditgakkum Korlantas Polri, AKBP M Adiel Aristo, merinci pelanggaran yang terjaring meliputi 12 kasus tidak menggunakan helm, 4 kasus tidak menggunakan sabuk pengaman (seatbelt), dan 2 kasus melawan arah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Korlantas Polri dalam menciptakan keselamatan bersama di jalan raya. Penggunaan ETLE Drone memungkinkan pemantauan arus lalu lintas dari udara, merekam pelanggaran yang sulit dijangkau kamera statis maupun petugas di lapangan, sehingga pengawasan menjadi lebih luas, efektif, dan objektif.

Advertisement

Seluruh data hasil tangkapan kamera drone terintegrasi secara otomatis dengan Sistem ETLE Nasional. Data tersebut kemudian melalui proses identifikasi dan validasi sebelum penindakan dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan.

Korlantas Polri menekankan bahwa penerapan ETLE Drone tidak hanya bertujuan untuk penegakan hukum, tetapi juga sebagai langkah preventif dan edukatif. “Disiplin berlalu lintas bukan semata karena kehadiran petugas di lapangan, melainkan merupakan wujud kesadaran dan tanggung jawab pribadi. Saat ini, pengawasan pelanggaran lalulintas dilakukan secara digital dari udara dan mampu menjangkau setiap sudut jalan raya,” ujar AKBP Adiel Aristo.

Korlantas Polri mengimbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi aturan lalu lintas kapan pun dan di mana pun berada, serta menjadikan ketertiban berlalu lintas sebagai budaya demi keselamatan bersama.

Advertisement