Jakarta – Kreator konten lokal memegang peranan penting dalam membentuk cara masyarakat Indonesia mengakses informasi, belajar hal baru, hingga mencari inspirasi di era digital. Melalui konten edukatif di media sosial, video informatif di berbagai platform, hingga narasi berbasis komunitas, mereka menjadi jembatan antara teknologi dan masyarakat.
Konektivitas Digital sebagai Fondasi Utama
Namun, kualitas konten yang dihasilkan sangat bergantung pada satu faktor krusial: konektivitas digital. Akses internet yang stabil dan merata memungkinkan kreator lokal untuk memproduksi, mendistribusikan, dan mengembangkan konten yang relevan dengan kebutuhan audiens. Sebaliknya, konektivitas yang terbatas seringkali menghambat potensi besar para kreator di daerah.
Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan Survei Internet Indonesia 2025 yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Tanah Air telah mencapai kisaran 229,4 juta hingga 230,4 juta jiwa. Angka ini menandai semakin luasnya akses masyarakat terhadap ruang digital dan perubahan signifikan dalam pola konsumsi informasi.
Masyarakat kini tidak hanya menjadi penikmat konten, tetapi juga aktif berkontribusi dalam menyebarkan pengetahuan dan nilai positif melalui berbagai platform digital. Di sinilah kreator lokal mengambil peran strategis dengan menghadirkan konten edukatif serta perspektif yang lebih dekat dengan realitas dan kebutuhan masyarakat setempat.
Peran Strategis Kreator Lokal
Kehadiran kreator lokal yang mampu menyajikan konten edukatif, informatif, dan inspiratif turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas informasi publik. Mereka tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga membangun kepercayaan, memperkuat literasi digital, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam isu-isu sosial, pendidikan, hingga pembangunan daerah.
Meskipun demikian, peran besar ini tidak lepas dari tantangan. Kesenjangan akses internet masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah, terutama di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Tanpa konektivitas yang memadai, potensi kreator lokal untuk berkembang dan berkontribusi secara maksimal menjadi sulit terwujud.
Oleh karena itu, upaya memperluas dan memperkuat konektivitas digital menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan inklusif. Konektivitas yang merata bukan hanya soal akses teknologi, tetapi juga tentang membuka kesempatan yang sama bagi masyarakat untuk belajar, berkarya, dan bersaing di era digital.
Apresiasi Konektivitas Digital: Mendorong Pemerataan Akses
Sebagai bentuk apresiasi terhadap berbagai pihak yang berkontribusi dalam memperkuat konektivitas digital di Tanah Air, detikcom menghadirkan ajang ‘Apresiasi Konektivitas Digital’. Melalui program ini, berbagai kisah inspiratif tentang dedikasi, inovasi, dan kerja nyata dalam membuka akses teknologi hingga pelosok negeri akan disorot dan diapresiasi.
Ajang ini juga menjadi bukti komitmen BAKTI Kominfo sebagai pelaksana program Universal Service Obligation (USO) di Indonesia yang bertujuan memastikan layanan telekomunikasi dapat diakses secara lebih merata. Dengan dukungan konektivitas yang kuat, kreator lokal memiliki ruang lebih luas untuk menghadirkan konten berkualitas yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Apresiasi Konektivitas Digital menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, media, komunitas, dan masyarakat luas untuk bersama-sama mendorong pemerataan akses digital. Harapannya, semakin banyak individu dan komunitas di daerah yang mendapatkan dukungan infrastruktur sehingga kualitas informasi publik terus meningkat.
Cara Ajukan Nominasi Apresiasi Konektivitas Digital
Masyarakat dapat berpartisipasi dalam mendorong perluasan konektivitas digital dengan memberikan penghargaan kepada individu, komunitas, dan lembaga yang telah berkontribusi dalam memperluas jangkauan telekomunikasi di Tanah Air. Caranya, cukup ajukan nama melalui detik.com/apresiasikonektivitasdigital.
Anda dapat mengusulkan nama individu, komunitas, atau lembaga yang dinilai berkontribusi nyata dalam membuka akses teknologi dan informasi, terutama di wilayah 3T. Form dapat diisi dengan data diri dan kategori nominasi yang sesuai untuk mendukung proses seleksi penerima penghargaan. Pengisian form dibuka mulai 15 November 2025 hingga 28 Februari 2026.
Melalui ajang ini, diharapkan dapat mendorong lebih banyak kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menghadirkan akses digital yang merata di seluruh Indonesia. Dengan konektivitas yang semakin merata, masyarakat di daerah 3T memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bersaing di era digital, sejalan dengan visi Indonesia Emas yang dicanangkan pemerintah.
detikcom akan menyorot berbagai kisah inspiratif tentang dedikasi dan inovasi dalam membuka akses teknologi hingga pelosok negeri melalui penghargaan ‘Apresiasi Konektivitas Digital’. Penghargaan ini diberikan kepada individu, komunitas, dan lembaga yang berperan penting dalam memperkuat konektivitas digital Indonesia.






