Masjid di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang, telah menggelar salat tarawih perdana pada Ramadan 1447 Hijriah. Masjid yang sebelumnya viral karena menjadi ‘penghadang’ lautan kayu gelondongan saat bencana banjir bandang melanda, kini telah dapat digunakan kembali oleh warga untuk beribadah.
Dilansir Antara, Kamis (19/2/2026), warga terdampak bencana bersama para santri memulai salat tarawih perdana pada pukul 20.30 WIB, setelah salat Isya dan mendengarkan tausiah. Momen ini menandai dimulainya ibadah Ramadhan 1447 H/2026 di masjid tersebut.
Foto udara pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Jumat (5/12/2025), menunjukkan tumpukan kayu gelondongan yang memenuhi area pondok pesantren. Namun, saat ini, tumpukan kayu tersebut tidak lagi memenuhi halaman masjid, meskipun beberapa masih terlihat melingkari sisi kawasan masjid. Lapisan lumpur kering juga masih menumpuk di sisi area masjid, menyebabkan pelataran dipenuhi debu yang harus disapu berulang kali oleh para santri.
“Masyarakat umum, alhamdulillah kami juga banyak jamaah yang memang lebih memilih shalat di sini. Terbuka juga untuk siapa pun,” ujar Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Mulkana.
Mulkana menyampaikan rasa syukurnya atas kembalinya fungsi Masjid Darul Mukhlisin setelah diterjang lautan kayu gelondongan. Ia mengungkapkan bahwa pemulihan yang seharusnya memakan waktu setahun, dapat diselesaikan dalam kurun waktu dua bulan berkat bantuan pemerintah dan masyarakat.
“Kerjaan yang seharusnya dikejar dalam setahun-dua tahun itu selesai dalam dua bulan kemarin. Jadi, kita ini tidak ada lagi dalam ruangan mana pun tidak ada lumpur lagi,” katanya.
Aktivitas di masjid tercatat pulih secara perdana pada 29 Januari 2026, sekitar dua bulan setelah banjir bandang menerjang kawasan Aceh Tamiang.





