Riyadh – Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menyatakan rasa bangga atas penganugerahan gelar doktor kehormatan ( honoris causa ) yang diterimanya dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University (PNU). Gelar doktor kehormatan yang kesebelas ini dimaknai Megawati sebagai amanah dan tanggung jawab kemanusiaan yang lebih besar.
Makna Tanggung Jawab Kemanusiaan
“Tentunya apa ya, bergemuruh, artinya bangga ya juga merasa bertambah tanggung jawab karena seperti mungkin yang sudah tadi saya katakan, semakin banyak dapet hadiah, itu bukannya makin, tidak sebagai bagian dari pameran. Tapi menurut saya adalah tanggung jawab kemanusiaan,” ujar Megawati seusai acara penghargaan gelar doktor kehormatan di PNU, Riyadh, Arab Saudi, Senin (9/2/2026).
Megawati mengaku terkejut sekaligus bersyukur atas kepercayaan yang terus diberikan kepadanya dalam menerima gelar kehormatan. Ia menekankan bahwa banyak hal yang dapat dilakukan untuk urusan kemanusiaan.
“Nah terutama yang saya ingin terus bergerak karena Insyaallah di minta untuk selalu ikut Foundation Zayed Award maka saya berupaya, saya bersedia untuk mengikuti, tapi juga supaya mengetahui umur saya sudah lumayan,” imbuhnya.
Pertemuan dengan Tokoh Dunia
Selama kunjungannya untuk menghadiri forum Zayed Award, Megawati berkesempatan bertemu dengan berbagai tokoh dari seluruh dunia. Dalam pertemuan tersebut, mereka mendiskusikan berbagai isu dan permasalahan terkini yang dihadapi umat manusia.
“Jadi karena saya lihat di situ seharusnya sudah banyak sekali berkumpul, banyak sekali tokoh dari seluruh dunia, tapi masih banyak hal-hal ternyata yang harus didiskusikan bersama untuk menjadi sebuah gerakan bersama. Itu insyaallah mudah-mudahan bisa saya lakukan,” tutur Megawati.
Daftar Gelar Doktor Kehormatan dan Profesor Kehormatan
Gelar doktor kehormatan dari PNU ini merupakan gelar doktor HC yang kesebelas bagi Megawati Soekarnoputri. Berikut adalah daftar lengkapnya:
Doktor Kehormatan (Honoris Causa)
- Waseda University of Tokyo, Tokyo, Jepang, 29 September 2001 (Bidang Politik)
- Moscow State Institute of International Relations (MGIMO), Moskow, Rusia, 22 April 2003 (Bidang Politik)
- Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korea Selatan, 19 Oktober 2015 (Bidang Politik)
- Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Indonesia, 25 Oktober 2016 (Bidang Politik dan Pemerintahan)
- Universitas Negeri Padang (UNP), Kota Padang, Indonesia, 27 September 2017 (Bidang Pendidikan Politik)
- Mokpo National University, Kota Mokpo, Korea Selatan, 16 November 2017 (Bidang Demokrasi Ekonomi)
- Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Bandung, Indonesia, 8 Maret 2018 (Bidang Politik dan Pemerintahan)
- Fujian Normal University (FNU), Fuzhou, Fujian, Tiongkok, 5 November 2018 (Bidang Diplomasi Ekonomi)
- Soka University Japan, Tokyo, Jepang, 8 Januari 2020 (Bidang Kemanusiaan)
- Universiti Tunku Abdul Rahman, Malaysia, 2 Oktober 2023 (Bidang Sosial)
- Princess Nourah Bint Abdulrahman University, Riyadh, Arab Saudi, 9 Februari 2025
Profesor Kehormatan
- Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Bogor, Indonesia, 11 Juni 2021 (Bidang Ilmu Kepemimpinan Strategik)
- Seoul Institute of the Arts (SIA), Seoul, Korsel, 11 Mei 2022 (Bidang Ilmu Kebijakan Seni dan Ekonomi Kreatif)
- Silk Road International University of Tourism and Cultural Heritage, Samarkand, Uzbekistan, 21 September 2024 (Bidang Pariwisata Berkelanjutan)






