Berita

Menbud Fadli Zon dan Dubes Albania Jajaki Kolaborasi Budaya, Film hingga Warisan Dunia

Advertisement

Jakarta – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menggelar dialog strategis dengan Charge d’ Affaires Kedutaan Besar Republik Albania untuk Indonesia, Nickson Ballço. Pertemuan yang berlangsung pada Sabtu (14/2/2026) ini berfokus pada upaya pengembangan ekosistem budaya kedua negara serta penjajakan potensi kerja sama bilateral di bidang kebudayaan.

Penguatan Ekosistem Budaya Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon menekankan bahwa kehadiran Kementerian Kebudayaan merupakan wujud komitmen Indonesia untuk memajukan ekosistem kebudayaan. Ia berharap kekayaan tradisi dapat menjadi fondasi kuat dalam pembangunan karakter bangsa di era globalisasi.

Potensi Kolaborasi Lintas Sektor

Fadli Zon mengidentifikasi sejumlah potensi kerja sama antara Indonesia dan Albania, khususnya dalam pengembangan industri perfilman. Ia mengusulkan adanya produksi bersama (koproduksi) film dan partisipasi aktif dalam berbagai festival film internasional.

“Kita bisa mengeksplorasi diplomasi budaya kita dari sisi film. Film merupakan salah satu media yang menarik, karena film dapat menjadi cara yang paling mudah untuk memperkenalkan kultur dan negara masing-masing. Kemudian kita juga bisa berpartisipasi di Tirana International Film Festival yang diselenggarakan di Albania,” ungkap Fadli dalam keterangan tertulisnya.

Advertisement

Selain itu, Fadli juga mendorong mekanisme nominasi bersama (joint nomination) untuk warisan budaya kedua negara. Partisipasi aktif dalam Intergovernmental Committee for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage-UNESCO juga menjadi agenda penting untuk mempererat hubungan bilateral dan melindungi kekayaan budaya bagi generasi mendatang.

Harapan Kerja Sama Bilateral

Di akhir pertemuan, Fadli Zon menyatakan harapannya agar Indonesia dan Albania dapat terus meningkatkan diplomasi budaya dan kolaborasi lintas bidang. Ia menegaskan komitmen kedua negara untuk memperbarui kerja sama bilateral, terutama di sektor kebudayaan.

Nickson Ballço menyambut baik inisiatif ini. “Saya harap ke depannya, kedua negara dapat terus melakukan diplomasi untuk pengembangan budaya melalui film hingga festival budaya,” pungkasnya.

Advertisement