Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menerima kunjungan audiensi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan ini membahas rencana strategis untuk Dialog Kebudayaan yang dijadwalkan pada 8 Februari 2026 di Serang, Banten. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang puncaknya jatuh pada 9 Februari 2026.
Dialog Kebudayaan dan Hari Pers Nasional
Direktur Anugerah Kebudayaan PWI, Yusuf Susilo Hartono, menyampaikan harapan agar Menteri Fadli Zon dapat hadir dalam acara puncak HPN 2026 serta berpartisipasi aktif dalam Dialog Kebudayaan. Kehadiran Menteri diharapkan dapat memberikan dorongan semangat bagi upaya pemajuan kebudayaan di tingkat daerah.
Menanggapi rencana tersebut, Fadli Zon mengapresiasi inisiatif PWI dalam penyelenggaraan HPN 2026. Ia menekankan bahwa pembangunan kebudayaan di daerah saat ini sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak. “Saat ini pemerintah pusat terus mendorong penguatan ekosistem kebudayaan melalui berbagai kebijakan dan program, antara lain melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kebudayaan, penguatan sarana dan prasarana, standardisasi museum, serta pengembangan program budaya digital, film daerah, musik tradisi, dan manajemen talenta,” ujar Fadli dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (7/2/2026).
Fadli menambahkan bahwa berbagai intervensi pemerintah pusat akan lebih bermakna jika pemerintah daerah menunjukkan komitmen yang serupa. Hal ini penting agar berbagai kebijakan dan program yang telah dirancang dapat berjalan secara optimal di seluruh wilayah.
Sinergi Pemerintah dan Pers
Menteri Fadli Zon juga mengapresiasi inisiatif PWI dan menyatakan keterbukaan Kementerian Kebudayaan untuk menjalin kolaborasi lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pers adalah elemen krusial dalam memperkuat ekosistem kebudayaan nasional. Kolaborasi ini juga dipandang penting untuk memastikan keberlanjutan kebudayaan Indonesia di masa depan.
Sementara itu, Yusuf Susilo Hartono menjelaskan bahwa Anugerah Kebudayaan PWI 2026 diselenggarakan bertepatan dengan peringatan HPN tahun ini. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi PWI kepada pemerintah daerah yang dinilai konsisten mendukung pelestarian kebudayaan lokal, serta kepada para wartawan yang dinilai berkontribusi dalam mengawal dan mempromosikan kebudayaan daerah.
“Anugerah Kebudayaan PWI merupakan bentuk apresiasi kepada kepala daerah yang memiliki kepedulian dan komitmen kuat terhadap kebudayaan. Hingga saat ini, sebanyak 58 bupati dan wali kota di berbagai daerah telah menerima penghargaan tersebut,” ungkap Yusuf.
Yusuf lebih lanjut menegaskan bahwa kepemimpinan daerah yang memiliki pemahaman mendalam tentang kebudayaan merupakan faktor penting dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan lokal. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas wartawan kebudayaan, termasuk pemahaman mereka terhadap berbagai objek pemajuan kebudayaan seperti tradisi lisan, seni rupa, seni pertunjukan, film, musik, dan sastra.
“Wartawan kebudayaan perlu memiliki panduan dan pemahaman substantif agar mampu menulis isu kebudayaan secara tepat, mendalam, dan bertanggung jawab,” tutupnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI, Nungki Kusumastuti; Staf Khusus Menteri Bidang Media dan Komunikasi Publik, M. Asrian Mirza; Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, Ibnu Hamad; serta jajaran pengurus PWI.






