Berita

Pegawai PPPK di Bekasi Tewas Mengenaskan, Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembunuhan

Advertisement

Jakarta – Nasib nahas menimpa seorang pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) berinisial NHW (33). Ia ditemukan tewas di kamar kontrakannya di kawasan Bekasi, Jawa Barat, dengan kondisi tubuh menghitam. Hingga kini, motif di balik pembunuhan sadis tersebut masih menjadi teka-teki yang didalami oleh pihak kepolisian.

Jasad NHW pertama kali ditemukan oleh rekannya, SR, pada Rabu (4/2/2026) pagi. Kecurigaan SR muncul setelah korban tidak masuk kerja selama beberapa hari dan ponselnya tidak dapat dihubungi. Didorong rasa khawatir, SR mendatangi kontrakan korban di Jalan Setia 2 Gang H Enting RT 04 RW 006, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

Bersama dengan pemilik kontrakan yang dimintai kunci serep, SR membuka kamar korban. Di dalam kamar, mereka dikejutkan dengan penemuan jasad NHW yang sudah tidak bernyawa dalam posisi telentang, tertutup selimut, dan menunjukkan tanda-tanda pembusukan. “Saat dibuka pintu kontrakan, didapati korban sudah meninggal dunia dengan posisi telentang berselimut dan kondisi tubuh menghitam,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Pelaku Pembunuhan Berhasil Diciduk

Menindaklanjuti penemuan tersebut, tim Jatanras Polda Metro Jaya bergerak cepat untuk mengungkap kasus ini. Kurang dari sepekan, polisi berhasil menangkap dua terduga pelaku pembunuhan NHW. Penangkapan dilakukan di sebuah warung di Jalan Argabinta, Kampung Pasir Nungkuh, Desa Bojong Kaso, Kecamatan Argabinta, Kabupaten Cianjur, pada Jumat (6/2/2026) pukul 05.40 WIB.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim mengonfirmasi penangkapan tersebut. “Benar, pelaku sudah kami tangkap,” kata Abdul Rahim. Ia menambahkan bahwa kedua pelaku yang berhasil diamankan berinisial AR dan AA. “Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku,” imbuhnya.

Advertisement

Pendalaman Motif Pembunuhan

Pihak kepolisian, melalui Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kini tengah mendalami motif di balik aksi pembunuhan keji terhadap NHW. Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa berdasarkan temuan awal, korban diduga dibunuh oleh lebih dari satu orang.

“Sementara dalam kasus tersebut ada tindakan kekerasan. Nah artinya korban ini dibunuh oleh beberapa orang. Kami mendalami kalau enggak salah kemarin pelakunya ada dua orang ya, masih dua orang. Nah ini kami coba dalami dari pihak Subdit Jatanras Polda Metro Jaya,” ungkap Budi Hermanto kepada wartawan, Minggu (8/2/2026).

Ia menegaskan bahwa polisi terus berupaya mengungkap motif sebenarnya di balik pembunuhan ini. “Memang pelaku sudah diamankan oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Ini masih proses (pendalaman) terkait tentang apa motifnya,” sambungnya.

Budi Hermanto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir karena pelaku telah berhasil diamankan. Pihaknya berjanji akan terus memberikan perkembangan informasi terkait motif, kronologi, serta alasan pelaku melakukan pembunuhan tersebut. “Jadi warga jangan berpikir lagi bias, ada rasa kekhawatiran bahwa pelaku belum diamankan. Kami akan meng-update kepada teman-teman sekalian tentang motif, terus bagaimana yang bersangkutan, terus atas dasar apa melakukan pembunuhan terhadap jenazah yang ditemukan di kontrakan kemarin,” tutupnya.

Advertisement