Berita

Pemkot Serang Tertibkan 41 Bangunan Liar di Kali Kroya untuk Atasi Banjir

Advertisement

Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melakukan pembongkaran bangunan liar di sepanjang Kali Kroya, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, pada Selasa (20/1/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya penanganan banjir yang kerap melanda kawasan tersebut akibat aliran kali yang tersumbat.

Normalisasi Kali Kroya untuk Fungsi Alur Air

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyatakan bahwa normalisasi Kali Kroya merupakan bagian dari strategi Pemkot untuk mengatasi masalah banjir. Ia menekankan pentingnya mengembalikan fungsi asli aliran kali agar air dapat mengalir lancar.

“Wilayah ini pada dasarnya adalah sungai. Dengan penertiban ini, kita kembalikan fungsi alurnya agar air dapat mengalir dengan baik dan tidak lagi menimbulkan banjir,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/1/2026).

41 Bangunan Liar Dihambat Aliran Air

Berdasarkan pendataan pihak kecamatan, terdapat 41 bangunan liar yang berdiri di atas sungai, termasuk di kawasan Kejangkereta. Keberadaan bangunan-bangunan ini secara signifikan menghambat aliran air Kali Kroya.

Advertisement

Budi Rustandi menegaskan bahwa penertiban ini mengutamakan kepentingan masyarakat yang lebih luas. “Jangan sampai kepentingan puluhan bangunan mengorbankan ribuan warga. Penertiban ini dilakukan demi keselamatan dan kepentingan masyarakat yang lebih luas,” tegasnya.

Relokasi dan Uang Kerahiman bagi Warga Terdampak

Warga yang terdampak dari penertiban bangunan liar ini akan direlokasi ke rumah susun (rusun) yang telah disiapkan. Bagi yang memilih untuk mencari hunian sendiri, Pemkot juga menyiapkan uang kerahiman dengan besaran yang disesuaikan kriteria bangunan.

Sebelumnya, program relokasi serupa telah diterapkan di wilayah Sukadana. Pemkot Serang akan melakukan verifikasi terhadap keabsahan dokumen para pemilik bangunan. “Namun, apabila terbukti berdiri di atas tanah negara dan melanggar ketentuan hukum, maka langkah tegas akan diambil demi mewujudkan Kota Serang yang aman dari banjir,” tutup Budi.

Advertisement