Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengonfirmasi akan kembali menggelar program mudik gratis pada perayaan Idulfitri tahun 2026. Program tahunan ini akan ditingkatkan dengan penambahan kuota peserta, seiring dengan masuknya dukungan dari berbagai kolaborator.
Persiapan Matang Sambut Ramadan dan Idulfitri
Kepastian penyelenggaraan mudik gratis disampaikan oleh jajaran Pemprov DKI Jakarta setelah agenda Rapat Pimpinan (Rapim) Paripurna yang berlangsung di Balai Kota Jakarta pada Selasa, 10 Februari 2026. Rapat tersebut secara khusus membahas berbagai kesiapan Pemprov DKI dalam menghadapi bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menegaskan bahwa program mudik gratis tetap menjadi agenda rutin yang menjadi prioritas Pemprov DKI. Saat ini, tim teknis sedang dalam tahap finalisasi mekanisme pendaftaran. Tujuannya adalah untuk memastikan proses pendaftaran berjalan secara transparan dan tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan.
Kuota Bertambah Berkat Kolaborasi
“Tahun ini kita Pemprov DKI Jakarta tetap menyelenggarakan mudik gratis. Bahkan karena ada beberapa kolaborator yang bersedia, jumlah masyarakat yang akan terfasilitasi menjadi bertambah,” ujar Elly, sapaan akrab Suharini Eliawati.
Elly menambahkan bahwa detail mengenai mekanisme pendaftaran, termasuk persyaratan administrasi bagi calon peserta, masih terus dimatangkan. Salah satu syarat utama yang dipertimbangkan adalah kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta.
“Nanti kami sedang siapkan proses pendaftarannya supaya lebih transparan, kemudian KTP-nya KTP Jakarta, nanti akan dimulai dan akan kita beritakan jauh-jauh hari,” jelasnya.
Langkah Komprehensif Pemprov DKI
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menyatakan bahwa berbagai persiapan krusial untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri telah menjadi fokus utama dalam rapat pimpinan. Selain memastikan ketersediaan transportasi bagi warga yang hendak pulang ke kampung halaman melalui program mudik gratis, Pemprov DKI juga merencanakan langkah-langkah strategis lainnya.
Langkah tersebut mencakup upaya pengendalian harga pangan, pengawasan ketat terhadap stok bahan pokok, serta pengamanan berbagai kegiatan masyarakat selama periode Ramadan hingga Lebaran. Sebagai antisipasi terhadap potensi gejolak harga di pasar, Pemprov DKI juga telah menyiapkan skema program pasar murah yang siap diimplementasikan jika diperlukan.






