Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten melaporkan bahwa perekonomian daerah itu mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 5,37 persen sepanjang tahun 2025. Angka ini melampaui pencapaian tahun sebelumnya yang berada di angka 4,79 persen.
Pertumbuhan Triwulanan dan Tahunan
Secara rinci, BPS mencatat ekonomi Banten pada triwulan IV-2025 tumbuh 5,64 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya (year-on-year). Sementara itu, pertumbuhan secara quarter-to-quarter (q-to-q) tercatat sebesar 2,22 persen.
“Ekonomi Provinsi Banten tahun 2025 tumbuh sebesar 5,37 persen dan tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, pada Kamis (5/2/2026).
Sektor Unggulan dan Kontributor Terbesar
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi yang terdepan dengan pertumbuhan mencapai 9,60 persen. Sektor jasa pendidikan menyusul dengan pertumbuhan 7,57 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 6,58 persen.
Meskipun demikian, sektor industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian Banten, menyumbang 30,48 persen. Posisi selanjutnya ditempati oleh perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor (12,35 persen), konstruksi (11,81 persen), transportasi dan pergudangan (11,06 persen), serta real estate (7,85 persen).
Komponen Pengeluaran dan PDRB
Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen menunjukkan pertumbuhan positif di tahun 2025. Pertumbuhan tertinggi dicatat oleh total net export yang melonjak 11,27 persen. Pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 5,15 persen, dan pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 4,70 persen.
Produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Banten pada 2025 mencapai Rp 936,20 triliun. PDRB per kapita tercatat sebesar Rp 74,67 juta, atau setara dengan USD 4.532,45.






