Berita

Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros, 11 Orang di Dalamnya Masih Dicari

Advertisement

Sebuah pesawat jenis ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak di wilayah pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan pesawat tersebut sedang dalam tahap pencarian intensif oleh personel Basarnas Makassar.

Kronologi Hilangnya Kontak Pesawat ATR

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerima laporan awal hilangnya kontak pesawat udara dengan registrasi PK-THT pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat ATR buatan tahun 2000 ini, yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT) dengan nomor seri 611, sedang dalam penerbangan dari Yogyakarta Adisutjipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG) dengan Pilot in Command (PIC) Captain Andy Dahananto.

Menurut informasi terbaru, pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin. Namun, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya. ATC kemudian memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk koreksi posisi.

“ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur,” ujar Lukman. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus (loss contact). Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA sesuai ketentuan yang berlaku.

AirNav Indonesia Cabang MATSC segera berkoordinasi dengan rescue coordination center (RCC) Basarnas Pusat dan Kepolisian Resor Maros untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan. Bandar Udara Sultan Hasanuddin telah menyiapkan pembukaan crisis center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.

400 Personel SAR Dikerahkan, 11 Orang di Pesawat

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang diduga jatuh di Kabupaten Maros ini mengangkut total 11 orang, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang. Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengonfirmasi jumlah tersebut.

Para kru pesawat meliputi: Captain Andy Dahananto (PIC), First Officer (FO) Yudha Mahardika (Second in Command/SIC), Ex-Check Unit Captain (XCU) Sukardi, Flight Operation Officer (FOO) Hariadi, EOB Franky D Tanamal, EOB Junaidi, Flight Attendant (FA) Florencia Lolita, dan Flight Attendant (FA) Esther Aprilita S. Tiga penumpang yang berada di dalam pesawat adalah Mr. Deden, Mr. Ferry, dan Mr. Yoga.

Advertisement

Sebanyak 400 personel SAR telah dikerahkan untuk melakukan pencarian. Pantauan di posko pencarian di Kampung Panaikang, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, pada Sabtu (17/1) malam, menunjukkan aktivitas personel tim SAR dan warga yang memadati area tersebut. Helikopter milik TNI juga terlihat berulang kali melakukan pemutaran terbang rendah untuk membantu pencarian.

Pesawat Disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan

Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengungkapkan bahwa pesawat ATR 400 milik IAT yang hilang kontak tersebut disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). “Kami menerima info dari AirNav Makassar bahwa telah terjadi satu pesawat jenis ATR 400 lost contact milik IAT yang dioperasikan atau disewa oleh KKP,” kata Muhammad Arif Anwar.

Basarnas langsung menggerakkan tim rescue menuju titik duga berdasarkan koordinat terakhir yang diberikan oleh ATC, yang mengacu pada daerah Bantimurung dan sekitarnya. Posko SAR gabungan telah didirikan di daerah Bantimurung, Maros. Koordinasi dengan TNI juga dilakukan untuk menerjunkan satu unit helikopter Caracal guna observasi udara.

TNI AU Cek Titik Api Diduga Bekas Ledakan

Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menyatakan bahwa helikopter Caracal TNI AU dikerahkan untuk memastikan temuan titik api di daerah Gunung Lapihao, Kecamatan Leang-leang, Kabupaten Maros. Titik api ini diduga berasal dari bekas ledakan pesawat.

“Kita sudah mengeluarkan tim dari TNI AU, yaitu tim heli Caracal. Tadi sepertinya sudah bisa memonitor bahwa di daerah Gunung Lapihao, Kecamatan Leang-leang, Kabupaten Maros, itu sudah melihat adanya api,” kata Mayjen TNI Bangun Nawoko. Temuan ini diperkuat oleh kesaksian warga setempat yang mendengar suara ledakan dan melihat tanda api dari jarak jauh.

“Sepertinya seperti itu (pesawat meledak), tapi kita akan pastikan dulu sampai tim darat maupun heli Caracal ini bisa memastikan apakah itu exact location -nya ataupun bukan,” tambah Bangun.

Advertisement