Sepakbola

Pola Lama Terulang: Ronaldo Mogok Main di Al Nassr, Akankah Pergi Seperti Dulu?

Advertisement

Jakarta – Cristiano Ronaldo kembali menunjukkan gelagat yang familiar di Al Nassr. Pemain bintang asal Portugal ini dilaporkan mogok bermain dalam laga terakhir Al Nassr melawan Al Riyadh pada Senin (2/2/2026), yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk timnya. Aksi ini memunculkan kembali pola yang pernah terjadi sebelumnya di Juventus dan Manchester United, di mana ketidakpuasan Ronaldo berujung pada kepergiannya.

Ketidakpuasan Bursa Transfer Musim Dingin

Sumber ketidakpuasan Ronaldo di Al Nassr kali ini diduga kuat berkaitan dengan aktivitas klub di bursa transfer musim dingin Januari 2026. Sementara klub-klub lain yang juga berada di bawah kepemilikan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, seperti Al Ittihad, Al Hilal, dan Al Ahli, terlihat aktif mendatangkan pemain bintang, Al Nassr terkesan minim pergerakan. Hingga kini, Al Nassr baru berhasil mendatangkan satu pemain, yakni Haydeer Abdulkareem, seorang gelandang muda dari Irak. Situasi ini semakin disorot mengingat rival mereka, Al Hilal, berhasil merekrut Karim Benzema dari Al Ittihad, dan kini memimpin klasemen Saudi Pro League dengan keunggulan satu poin atas Al Nassr.

Pola yang Sama: Mogok Main, Lalu Pergi

Sejarah mencatat bahwa Cristiano Ronaldo memiliki kecenderungan untuk menunjukkan ketidakpuasan dengan cara mogok bermain sebelum akhirnya meninggalkan klub. Pola ini terlihat jelas saat ia masih berseragam Juventus pada tahun 2021. Kala itu, Ronaldo dilaporkan tidak puas dengan keputusan pelatih Massimiliano Allegri dan bahkan menolak untuk kembali bergabung dengan tim menjalani musim baru, sembari meminta klub untuk menjualnya. Ia merasa tidak mendapatkan cinta dan rasa hormat yang layak. Ronaldo sempat absen di laga pembuka musim melawan Empoli, di mana Juventus kalah 0-1 tanpanya. Beberapa hari kemudian, ia justru kembali ke Manchester United.

Advertisement

Di Manchester United, situasi yang dihadapi Ronaldo tidak jauh berbeda. Meskipun sempat menunjukkan performa apik di awal kedatangannya, ia kemudian tersingkirkan di era manajer Erik ten Hag. Ten Hag kerap mencadangkan Ronaldo, dan dalam satu momen krusial, ketika Ronaldo diminta untuk melakukan pemanasan guna masuk sebagai pemain pengganti, ia menolak untuk bermain. Insiden ini menjadi salah satu titik krusial dalam hubungannya dengan Ten Hag dan klub.

Erik ten Hag dan Cristiano Ronaldo
Erik ten Hag dan Cristiano Ronaldo. (Foto: AFP via Getty Images/ADRIAN DENNIS)

Drama di Al Nassr dan Masa Depan yang Belum Pasti

Kini, drama serupa kembali terjadi di Al Nassr. Ronaldo merasa bahwa pihak klub tidak memiliki ambisi yang cukup kuat untuk memenangkan gelar juara Saudi Pro League. Meskipun kontraknya masih tersisa satu musim lagi, masa depan Ronaldo di Al Nassr menjadi tanda tanya besar. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Ronaldo mungkin hanya akan fokus berlatih untuk menjaga kebugarannya demi persiapan Piala Dunia 2026. Setelah turnamen akbar tersebut, pemain yang kini berusia 41 tahun itu dikabarkan berencana untuk meninggalkan klub.

Sumber: 90Menit.ID

Advertisement