Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, angkat bicara mengenai kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke IKN pada Selasa (14/1/2026). Kunjungan tersebut, menurut Basuki, memberikan suntikan semangat bagi jajaran Otorita IKN dalam menjalankan amanah percepatan pembangunan. “Kunjungan kerja ini selain memberi semangat kepada kami untuk melaksanakan amanah dan tugas yang diberikan dari bapak presiden,” ujar Basuki dalam sebuah video yang diterima pada Rabu (15/1/2026).
Basuki menegaskan bahwa masyarakat dan investor tidak perlu lagi ragu mengenai kelanjutan pembangunan IKN. Ia memberikan jaminan bahwa proyek strategis nasional ini akan terus berjalan hingga mencapai target sebagai ibu kota politik pada tahun 2028. “Kami mengajak kepada masyarakat dan investor untuk tidak ragu-ragu lagi mempertanyakan kelanjutan dan percepatan pembangunan IKN menuju ibu kota politik 2028,” tegasnya.
Lebih lanjut, Basuki menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Presiden Prabowo. Ia berkomitmen untuk melaksanakan tugas yang diamanahkan sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025. “Terima kasih bapak presiden atas kunjungan kerja bapak dan kami otorita bertekad untuk melaksanakan tugas dan amanah ini sebaik baiknya. Tepat waktu seperti yang diperintahkan oleh Bapak di dalam Perpres 79 tahun 2025,” tuturnya.
Update Pembangunan IKN Pasca Kunjungan Presiden
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan perdana ke IKN sebagai presiden pada Senin (12/1/2026) sore. Keesokan harinya, Selasa (13/1/2026), Prabowo meninjau langsung sejumlah fasilitas yang tengah dibangun di kawasan IKN. Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga menggelar rapat internal yang dihadiri oleh sejumlah menteri terkait, termasuk perwakilan dari Otorita IKN.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo mendengarkan pemaparan mengenai perkembangan terbaru pembangunan IKN. “Bersama dengan beberapa menteri untuk tadi pagi mendapatkan update dari ketua OIKN berkenaan dengan progress pembangunan Ibu Kota Nusantara kita,” kata Prasetyo kepada wartawan di SMA Taruna Nusantara, Malang, Jawa Timur, pada Selasa (13/1/2026).
Prasetyo menekankan komitmen kuat Presiden Prabowo untuk mempercepat pembangunan IKN, khususnya pada sektor gedung yudikatif dan legislatif. Targetnya, pembangunan gedung-gedung vital tersebut dapat rampung pada tahun 2028. “Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk percepatan proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif yang harapannya bisa selesai di tahun 2028,” jelasnya.
Dalam rapat internal tersebut, Presiden Prabowo juga memberikan masukan dan koreksi terhadap aspek desain hingga fungsi bangunan. Prasetyo menjelaskan bahwa koreksi yang diberikan bersifat konstruktif untuk penyempurnaan dan percepatan proyek. “Jadi tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap pertama, misalnya, mengenai desain, mengenai fungsi dan diminta terus menerus OIKN dan Kementerian PU untuk memperbaiki,” pungkas Prasetyo.






