Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti rencana surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai pelaksanaan kerja bakti atau korve rutin yang dijadwalkan setiap Selasa dan Jumat.
Dukungan Kebijakan Pusat
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa pada prinsipnya, Pemerintah Provinsi DKI akan selalu menjalankan setiap kebijakan dari pemerintah pusat yang dinilai baik dan bermanfaat. Hal ini termasuk edaran mengenai program korve tersebut.
“Untuk korve tadi juga diingatkan Pak Wagub dan kita pasti akan menindaklanjuti. Pokoknya hal yang baik dari pemerintah pusat pasti kita akan jalankan,” ujar Pramono seusai rapat pimpinan paripurna di Balai Kota Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Pentingnya Kerja Bakti
Pramono menilai, dari sisi infrastruktur dan tata kelola, Jakarta sudah memiliki sistem yang relatif berjalan. Namun, kegiatan kerja bakti tetap dianggap penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membangun kedisiplinan bersama di kalangan aparatur pemerintahan.
Inisiatif Mendagri Tito Karnavian
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berencana mengeluarkan surat edaran (SE) kepada seluruh pemerintah daerah (pemda) untuk menggalakkan kegiatan bersih-bersih lingkungan dan olahraga setiap Selasa dan Jumat. Program ini akan dilaksanakan secara serentak di lingkungan kantor pemda hingga ke tingkat daerah.
“Nah ini, hari Selasa dan Jumat saya akan mengeluarkan surat edaran sebagai hari… tidak hanya hari olahraga, tapi juga dilanjutkan dengan korve di daerah masing-masing, baik di lingkungan kantornya maupun juga di lingkungan daerahnya,” jelas Tito kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2).
Mewujudkan Lingkungan ASRI
Tito berharap kegiatan bersih-bersih serentak ini tidak hanya terbatas di lingkungan pemprov, tetapi juga mencakup seluruh dinas, kecamatan, hingga desa. Upaya ini merupakan salah satu ikhtiar untuk mewujudkan lingkungan yang ASRI, yaitu aman, sehat, resik (bersih), dan indah.
“Jadi ada korve serentak, mulai provinsi, dinas-dinasnya, kemudian kabupaten/kota dengan dinas-dinasnya, kecamatan, desa. Kalau itu semua dilakukan bersih-bersih, ya negara kita akan jauh lebih baik,” tuturnya.






