Berita

Purnawirawan Polri Dukung Kapolri: Kedudukan Institusi Ideal di Bawah Presiden

Advertisement

Persatuan Purnawirawan (PP) Polri menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai posisi ideal Polri yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia. Ketua Umum PP Polri, Jenderal (Purn) Bambang Hendarso Danuri (BHD), menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah Korps Bhayangkara.

Dukungan Tegas dari Purnawirawan

Dalam Musyawarah Nasional (Munas) VI PP Polri Tahun 2026 di Jakarta pada Kamis (29/1/2026), Bambang Hendarso Danuri menyatakan, “Saya mendukung kedudukan Polri di bawah Presiden.” Ia juga menginstruksikan seluruh purnawirawan Polri untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mengkhianati atau mencoreng nama baik institusi.

“Penegasan bahwa PP Polri tetap memiliki komitmen tegak lurus terhadap almamater Kepolisian Negara Republik Indonesia dan menjaga marwah institusi di mata masyarakat. Instruksi tegas agar seluruh purnawirawan Polri tidak melakukan tindakan yang bersifat mengkhianati atau mencederai nama baik Korps Bhayangkara,” ujar Bambang.

Posisi Strategis Polri di Bawah Presiden

Menanggapi dukungan tersebut, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa kedudukan Polri yang berada langsung di bawah Presiden merupakan posisi strategis. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat efektivitas transformasi kelembagaan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Komjen Dedi mengapresiasi dukungan PP Polri yang dianggap sebagai energi besar bagi seluruh jajaran Polri. “Dukungan ini menjadi energi besar bagi seluruh jajaran Polri untuk terus melaksanakan transformasi secara menyeluruh. Kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan fondasi strategis dalam memperkuat reformasi serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, humanis, dan berkeadilan,” tegasnya.

Advertisement

Komitmen Transformasi Polri

Lebih lanjut, Dedi memastikan Polri berkomitmen penuh menindaklanjuti arahan Presiden melalui penguatan transformasi struktural, kultural, dan instrumental. Tujuannya adalah membangun institusi kepolisian yang modern, adaptif, dan dipercaya masyarakat.

“Transformasi Polri bukan sekadar perubahan sistem, tetapi perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak seluruh personel. Tujuannya satu, menghadirkan Polri yang semakin presisi dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Dedi juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, para purnawirawan, akademisi, serta seluruh elemen bangsa dalam mengawal keberlanjutan transformasi Polri. Ia berharap momentum Munas VI PP Polri dapat memperkuat semangat kebersamaan, pengabdian, dan loyalitas kepada bangsa dan negara, serta mendukung kebijakan nasional dan menjaga stabilitas keamanan.

“Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis Polri mampu menghadirkan perubahan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Transformasi Polri menuju Polri Presisi,” pungkas Dedi.

Advertisement