Phnom Penh – Ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya bekerja di sindikat penipuan daring (online scam) di Kamboja kini berbondong-bondong mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh untuk meminta fasilitas deportasi. Langkah ini diambil setelah pemerintah Kamboja gencar melakukan pemberantasan terhadap aktivitas ilegal tersebut.
Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, mengungkapkan bahwa dalam dua hari terakhir, sebanyak 308 WNI telah melaporkan diri secara langsung ke KBRI. Mereka mengajukan permohonan deportasi setelah berhasil keluar dari sindikat penipuan daring tempat mereka bekerja.
Paspor Disita dan Status Overstay Menjadi Kendala
Proses kepulangan ratusan WNI ini tidak lepas dari berbagai persoalan yang dihadapi. Sebagian dari mereka mengalami kendala seperti paspor yang disita oleh sindikat, sementara yang lain menghadapi masalah status overstay atau kelebihan masa tinggal di Kamboja.
“Ada yang pegang paspor, dan ada yang paspornya disita sindikat. Ada yang statusnya ‘overstay’, dan ada yang masih punya izin tinggal yang valid di Kamboja,” ujar Dubes Santo dilansir Antara, Senin (19/1/2026). Ia menambahkan bahwa sebagian WNI masih mempertimbangkan untuk mencari pekerjaan lain, namun mayoritas ingin segera kembali ke Tanah Air.
KBRI Siapkan Prosedur Pemulangan
KBRI Phnom Penh menyatakan akan menangani ratusan WNI tersebut sesuai dengan prosedur standar yang telah diterapkan sebelumnya kepada ribuan WNI dengan kasus serupa. Pihak KBRI juga akan meningkatkan koordinasi dengan otoritas Kamboja serta pihak berwenang di Indonesia untuk mempercepat proses deportasi.
“Namun, seluruh WNI diarahkan untuk pulang ke Tanah Air secara mandiri,” kata Dubes Santo.
Data KBRI Phnom Penh mencatat bahwa sepanjang Januari 2026, total 375 WNI telah melapor ke KBRI setelah keluar dari sindikat penipuan daring. Angka ini termasuk 243 WNI yang melapor dalam kurun waktu dua hari pada 16-17 Januari, serta tambahan 65 WNI pada 18 Januari.
Dubes Santo memastikan bahwa para WNI tersebut umumnya dalam kondisi aman dan sehat, meskipun memiliki berbagai permasalahan. Ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan dengan gaji besar yang tidak sesuai dengan pengalaman, serta menghindari keterlibatan dalam kegiatan ilegal di luar negeri.






