Sepakbola

Real Madrid Tersingkir Dramatis dari Copa del Rey, Arbeloa Akui Hasil Buruk Lebih dari Tragedi

Advertisement

Albacete – Real Madrid harus menelan pil pahit setelah tersingkir dari Copa del Rey di babak 16 besar. Melawan tim divisi dua, Albacete, di kandang sendiri, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB, Los Blancos takluk dengan skor 2-3.

Kekalahan Dramatis di Injury Time

Pertandingan yang digelar di markas Albacete ini berlangsung sengit. Tuan rumah berhasil unggul lebih dulu melalui gol Javi Villar pada menit ke-42. Real Madrid sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 jelang babak pertama usai berkat gol Franco Mastantuono.

Memasuki babak kedua, Albacete kembali memimpin lewat gol Jefte Betancor di menit ke-82. Harapan Madrid untuk bangkit muncul saat Gonzalo Torres mencetak gol di masa injury time, membuat skor imbang 2-2. Namun, drama belum berakhir. Betancor kembali mencatatkan namanya di papan skor pada injury time yang sama, memastikan kemenangan 3-2 untuk Albacete dan menyingkirkan Real Madrid dari kompetisi.

Arbeloa Akui Hasil yang Menyakitkan

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil tersebut. Ia menilai kekalahan ini lebih buruk dari sebuah tragedi bagi klub.

Advertisement

“Di klub ini, hasil imbang selalu buruk, sebuah tragedi. Ini menyakitkan, dan saya yakin semua fans kami juga merasakan sakit hati. Kami tahu betapa sulitnya; kami melihatnya saat melawan Talavera,” kata Arbeloa seperti dikutip dari AS.

Arbeloa juga menyatakan bertanggung jawab penuh atas kekalahan ini. “Saya yang bertanggung jawab dan patut disalahkan. Mengenai susunan pemain dan perubahan, saya hanya bisa berterima kasih kepada para pemain. Dan sekarang saatnya untuk memulihkan diri untuk hari Sabtu,” tambahnya.

Konteks Kekalahan Madrid

Kekalahan di Copa del Rey ini menambah catatan minor bagi Real Madrid. Tim Ibu Kota Spanyol ini belum lama ini juga gagal meraih gelar Piala Super Spanyol. Hasil buruk tersebut bahkan berujung pada pemecatan pelatih Xabi Alonso.

Advertisement