Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membeberkan sejumlah agenda strategis yang akan dibahas dalam retret kabinet di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Fokus utama akan diberikan pada program-program unggulan pemerintah yang dipaparkan oleh menteri terkait.
Fokus Swasembada Pangan dan Energi
Salah satu agenda krusial yang akan dibahas adalah swasembada pangan. Prasetyo Hadi menyatakan, “Yang pertama, misalnya, tentu saja berkenaan dengan masalah swasembada pangan kita.” Pernyataan ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras sejak 2025 dan tidak lagi mengimpor komoditas tersebut. “Yang artinya swasembada pangan ini adalah untuk pertama kalinya kita tidak mengimpor beras di tahun 2025. Dan kita berharap hal ini juga tentunya bisa dipertahankan di 2026. Justru kita menginginkan terjadi peningkatan dari sisi swasembada pangan,” ujar Presiden Prabowo sebelumnya.
Selain pangan, percepatan swasembada energi juga menjadi prioritas. Pemerintah terus mendorong peningkatan target dan capaian demi mewujudkan kemandirian energi.
Program Makan Bergizi Gratis dan Hilirisasi Dievaluasi
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat juga akan menjadi sorotan dalam retret ini. Evaluasi terhadap realisasi kebijakan hilirisasi juga diagendakan untuk mengukur efektivitasnya.
Perkembangan Sekolah Rakyat
Pelaksanaan Sekolah Rakyat juga masuk dalam agenda penting. Program yang telah berjalan di 166 lokasi ini ditargetkan akan bertambah sekitar 104 titik baru pada 2026. “Kemudian ada juga berkenaan dengan masalah pelaksanaan Sekolah Rakyat, yang sudah berjalan di 166 lokasi, yang diharapkan di tahun 2026 nanti akan ada penambahan kurang lebih di 104 titik, yang ini juga Bapak Presiden minta betul-betul dilakukan percepatan, baik sarana fisiknya maupun nonfisiknya,” jelas Prasetyo Hadi.






