Artis Richa Novisha menceritakan tentang barang-barang peninggalan mendiang suaminya, Gary Iskak, yang meninggal dunia pada 29 November 2025 akibat kecelakaan tunggal. Sebagian barang almarhum telah dibagikan kepada keluarga dan kerabat terdekat.
Pembagian Barang Peninggalan
“Oh itu pasti sudah. Kita kan harus bagi-bagi. Apa namanya biar almarhum juga di sana tidak berat. Mesti dibagi-bagi ke anak-anak, saudara, sahabat-sahabat,” kata Richa di Studio FYP Trans 7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
Jersey Nomor Keberuntungan
Meskipun demikian, Richa mengaku masih menyimpan barang favorit milik Gary Iskak yang memiliki makna khusus baginya, yaitu sebuah jersey dengan nomor keberuntungan almarhum suaminya.
“Ada dong. Ada baju kesayangan almarhum. Jadi my lucky number tuh 9 kan, kalau almarhum suka angka 7. Jadi beliau tuh punya kaus jersey gitu nomor 9, itu aku simpan, aku pakai saja pun,” ujarnya.
Richa menjelaskan jersey tersebut bukan pakaian olahraga basket, melainkan jersey berbahan tebal yang masih nyaman dikenakan.
“Baju jersey, bukan basket sih. Jersey tapi yang tebal gitu loh bukan yang tipis. Tapi ya okelah, keren,” tambahnya.
Menguatkan Diri Demi Anak
Lebih lanjut, Richa berbagi cerita tentang caranya menguatkan diri setelah kepergian sang suami, terutama demi anak-anaknya.
“Caranya dari akunya harus kuat. Karena anak-anak akan mirroring. Kalau lihat ibunya kuat, insyaallah mereka kuat. Tapi kalau akunya lemah, mereka otomatis akan nge-drop. Jadi akunya harus stuck,” jelasnya.
Richa tak menampik kerap mengalami masa-masa terpuruk.
“Pastilah. Masih ada,” katanya.
Saat ditanya bagaimana menyembunyikan rasa sedih dari anak-anak, Richa mengaku memilih menghadapinya sendiri dan berusaha menerima takdir.
“Kalau ada down-nya pasti lagi sendiri mah ada. Cuma sudahlah, yang penting sekarang yang sudah berlalu kita harus terima, harus ikhlas, sudah jalannya Allah, sudah qadarullah,” ungkapnya.
Bintang film Jomblo itu menambahkan bahwa proses berduka setiap orang berbeda-beda dan tidak memiliki batas waktu.
“Grieving itu different buat setiap orang. And for me, grieving itu tidak ada batas waktu. Tapi selama aku menjalani grieving ini, aku harus tetap aktif, aku harus tetap bekerja, aku harus tetap ada buat anak-anak,” tuturnya.
Resolusi 2026
Menatap ke depan, Richa mengungkapkan resolusinya untuk tahun 2026. Ia berharap bisa menjadi pribadi yang lebih kuat dan sabar, serta diberikan kelancaran dalam karier dan kehidupan anak-anaknya.
“Resolusi 2026 semoga bisa lebih kuat, lebih sabar, lebih berani lagi untuk menerima semuanya. Semoga karier semakin sukses dan anak-anak juga diberikan kemudahan,” pungkasnya.






