Jakarta – Hujan deras yang mengguyur kawasan Pisangan, Matraman, Jakarta Timur pada Kamis (22/1/2026) pagi menyebabkan sebuah rumah warga ambruk. Peristiwa ini mengakibatkan dua orang penghuni terluka akibat tertimpa puing-puing bangunan.
Rumah Nurmayanti Roboh
Rumah yang ambruk tersebut merupakan milik Nurmayanti (53), berukuran sekitar 3×5 meter dan dihuni oleh lima orang. Bagian atap rumah yang terbuat dari kombinasi asbes dan genteng, runtuh di area kamar dan ruang tengah. Dinding rumah terbuat dari bata ringan, sementara sekat antar-ruangan menggunakan triplek. Lokasinya yang berada di ujung gang sempit, hanya bisa diakses melalui jalan berukuran setengah meter.
Nurmayanti menceritakan kronologi kejadian yang terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, ia baru saja bangun untuk salat Subuh dan melihat ubin di dekat kasur sudah tergenang air akibat atap yang bocor. Tak lama kemudian, atap rumahnya ambruk saat anaknya, Rehan, sedang tertidur di ruang tengah.
“Jadi saya belum apa-apa, jadi karena saya kaget saya ke belakang begini ke belakang kasur. Saya nggak lihatin anak saya lagi tidur apa-apa gitu. Pas saya lihat ini saya kan nangis kan, anak saya bangun yang kenceng, ditolongin dulu,” kata Nurmayanti dengan nada sedih.
Rehan, anak Nurmayanti, tertimpa puing-puing bangunan tepat di badannya saat tertidur. Nurmayanti segera meminta bantuan anak-anaknya yang lain untuk mengevakuasi Rehan dari bawah reruntuhan.
“Sudah ketutupan puing-puing. Pas saya lihat, ‘Rehan tolong, tolong! Saya bilang gitu. Dibersihin dulu si Rehannya, terus pindah ke dalam, ke kamar. Karena dia posisinya emang lagi sakit,” jelasnya.
Menurut Nurmayanti, Rehan masih dalam kondisi setengah sadar saat berhasil dikeluarkan dari puing-puing. Ia segera memindahkan Rehan ke kamar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Kondisi Rumah Sri Suminar Ikut Memprihatinkan
Selain rumah Nurmayanti, rumah milik Sri Suminar (66) yang berlokasi tak jauh dari sana juga menunjukkan kondisi memprihatinkan. Bagian atap rumah Sri sudah setengah ambruk, menyebabkan air hujan terus menerus merembes masuk melalui celah-celah atap yang rusak.
Seluruh ruangan di rumah Sri basah kuyup akibat kebocoran yang parah. Sri mengaku kondisi ini sudah berlangsung sejak Desember 2025 dan semakin memburuk pada hari ini.
“Udah bulan lalu kayak gini. Sekarang udah makin parah aja,” ujar Sri.
Ruangan yang paling parah bocornya adalah kamar tidurnya. Sri mengaku bingung harus mengungsi ke mana dan merasa was-was setiap kali hujan turun, khawatir atap rumahnya akan ambruk seketika.
“Hujan gini alam was-was terus, tapi ya mau tinggal di mana lagi,” keluhnya.






