Berita

Saksi Ungkap Petinggi Google Bertemu Nadiem, Luhut, dan Johnny G Plate di RI

Advertisement

Jakarta – Putri Ratu Alam, Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik PT Google Indonesia, mengungkapkan bahwa Scott Beaumont, Presiden Google Asia Pasifik, pernah melakukan pertemuan dengan sejumlah menteri di Indonesia. Dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Selasa (3/2/2026), Putri menyebutkan Beaumont pernah bertemu dengan mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim, eks Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, dan eks Menkominfo Johnny G Plate.

Pertemuan tersebut terungkap saat Putri menjawab pertanyaan pengacara terdakwa Sri Wahyuningsih, yang merupakan Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah tahun 2020-2021. Terdakwa lain dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) ini adalah Mulyatsyah (Direktur SMP Kemendikbudristek 2020) dan Ibrahim Arief alias Ibam (tenaga konsultan).

“Itu pernah mengunjungi beberapa menteri ya, Scott Beaumont itu?” tanya pengacara Sri. “Betul,” jawab Putri.

Putri merinci bahwa Scott Beaumont mengunjungi Jakarta beberapa kali. Pada Februari 2020, Beaumont bertemu dengan Nadiem Makarim dan Johnny G Plate yang saat itu menjabat sebagai Menkominfo. Kemudian, pada November 2022, pertemuan kembali dilakukan dengan Nadiem Makarim, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Johnny G Plate.

Menurut Putri, kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan program Google Indonesia kepada menteri-menteri baru yang menjabat. “Waktu itu pada Februari 2020 memang kalau ada pergantian kabinet, kami silaturahmi memperkenalkan diri lagi dengan menteri-menteri yang terkait. Memperkenalkan Google Indonesia dan program-program kami di Indonesia,” jelas Putri.

Ia menambahkan, pertemuan di November 2022 merupakan rangkaian kunjungan lanjutan. “Waktu itu dengan Pak Johnny Plate kita membahas tentang Perpres Jurnalisme Bertanggung Jawab, dengan Pak Nadiem kami bicara soal program Bangkit khususnya, lalu dengan Pak Luhut berbicara soal banyak hal,” ungkap Putri.

Advertisement

Secara spesifik, pertemuan dengan Luhut Binsar Pandjaitan membahas pengenalan program Google Indonesia dan potensi kolaborasi dengan ekosistem di Indonesia. Luhut saat itu juga dijadwalkan menjadi keynote speaker dalam acara tahunan Google for Indonesia.

“Jadi waktu itu juga kami ada acara tahunan namanya Google for Indonesia, yaitu acara tahunan kami di mana kami memperkenalkan program-program kami di Google apa saja, lalu bagaimana kami berkolaborasi dengan ekosistem di Indonesia. Nah, Pak Luhut kebetulan saat itu menjadi salah satu keynote speaker di acara tahunan tersebut. Lalu sebelum beliau naik ke panggung, kami sempat bersilaturahmi sebentar,” tutur Putri.

Saat ditanya mengenai posisi Luhut saat itu, Putri menegaskan, “Pada saat itu adalah Menko Marves.”

Sebelumnya, sidang dakwaan terhadap Mulyatsyah, Sri, dan Ibam digelar pada Selasa (16/12/2025). Jaksa penuntut umum mendakwa ketiganya telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,1 triliun. Kerugian negara ini berasal dari kemahalan harga laptop Chromebook senilai Rp 1.567.888.662.716,74 dan pengadaan CDM yang tidak diperlukan senilai USD 44.054.426 atau sekitar Rp 621.387.678.730.

Nadiem Makarim sendiri telah menjalani sidang dakwaan pada awal Januari 2026. Sementara itu, tersangka lain bernama Jurist Tan masih dalam status buron dan belum menjalani persidangan.

Advertisement