Aceh Tamiang, Aceh – Taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) dikerahkan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, untuk mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Pengerahan ini merupakan bagian dari Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardus) 2026.
Aksi Kemanusiaan Taruna Akpol
Danyon Taruna TK 3 Akademi Kepolisian (Akpol), AKBP Evon Fitrianto, menyatakan bahwa program Pemerintah Presiden Prabowo terkait pemulihan Aceh pasca bencana membutuhkan tenaga di lapangan. “Program Pemerintah Bapak Presiden Prabowo terkait pemulihan Aceh pasca bencana, memang membutuhkan tenaga di sini,” kata Evon melalui keterangannya, Kamis (29/1/2026).
Melalui latihan sekaligus aksi kemanusiaan ini, para taruna dan taruni Akpol diharapkan dapat membantu masyarakat dalam pemulihan infrastruktur serta penguatan ketahanan sosial. Tujuannya adalah untuk membantu menyalakan harapan masyarakat Aceh untuk bangkit pascabencana. “Latsitardus kita diarahkan ke Aceh Tamiang, dengan harapan mempercepat pemulihan dan rehabilitasi warga masyarakat,” ujar Evon.
Evon menambahkan, Latsitardus tidak hanya membangun keterampilan teknis, tetapi juga membentuk empati, kepekaan sosial, dan jiwa pengabdian para taruna. “Taruna harus hadir sebagai solusi, bekerja tulus, disiplin, serta menjaga marwah Polri di tengah masyarakat. Inilah wujud nyata Polri Presisi yang humanis dan berorientasi pada pelayanan,” ungkapnya.
Sasaran Fisik dan Nonfisik Pemulihan
Kegiatan pemulihan mencakup sasaran fisik, seperti normalisasi jalan yang merupakan fasilitas umum penting. Ini meliputi pembersihan material banjir dan longsor serta perbaikan badan jalan yang amblas. Selain itu, dilakukan pembersihan pemukiman warga dari sisa material kayu dan lumpur dengan dukungan alat berat. “Serta bantuan rekonstruksi, rumah warga, sekolah, rumah ibadah dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan,” jelas Evon.
Sementara itu, sasaran nonfisik meliputi pemberian trauma healing dan dukungan psikososial bagi korban bencana, pengelolaan dapur umum disertai edukasi gizi bagi masyarakat, bantuan untuk sekolah rakyat, serta bantuan sosial. “Edukasi bagi anak-anak guna menjaga semangat belajar dan pemulihan psikologis pasca bencana, serta mengaji karena ada taruna yang tahfiz Alqur’an juga,” sambungnya.
Detail Lokasi Pemulihan
Kegiatan pemulihan difokuskan pada beberapa lokasi, antara lain:
- SD Inpres Kota Lintang
- SDN 4 Kuala Simpang
- SDN 1 Ade Irma
- TK Al-Ikhsan
- TK Al-Ziziyah
- TK Pelangi DS Sriwijaya
- Polindes DS Sriwijaya
- Kantor Datuk Kota Lintang
- Kantor Datuk Sriwijaya
- Kantor Datuk kota Kuala Simpang
- Balai Pengajian GG Mutia DSN Mawar
- Jalan Bakti DS Perdamaian
- Jalan Cut Mutia DSN Mawar
- Jalan Kota Lintang
- Pemukiman DSN Amalia
- Pasar Bawah Kuala Simpang
“Yang sudah selesai bersih itu fasilitas kesehatan dan siap digunakan. Masjid juga sudah selesai dibersihkan, tinggal renovasi saja oleh tukang. Lainnya masih 50 persen. Mudah-mudahan bisa membantu percepatan pemulihan di Aceh, terutama Aceh Tamiang,” pungkas Evon.






