JEMBER – Siti (55), seorang warga Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik. Peristiwa nahas ini terjadi saat korban tengah membersihkan rumahnya yang terdampak banjir.
Kronologi Kejadian
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edi Budi Susilo, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, korban yang bernama Siti Nurfadila (55) dinyatakan meninggal dunia beberapa menit setelah mendapatkan penanganan di Pustu Rambipuji. Pihak keluarga juga telah menerima kejadian ini dan jenazah korban telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (12/2/2026) malam. Siti tersengat listrik saat berupaya membersihkan sisa-sisa banjir yang melanda rumahnya.
Banjir Landa Sejumlah Kecamatan
Hujan deras yang mengguyur wilayah Jember selama beberapa jam menyebabkan peningkatan debit air di sejumlah sungai. Akibatnya, banjir meluas ke permukiman warga di beberapa kecamatan. Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah dengan jumlah terdampak terbanyak, mencapai 3.774 kepala keluarga (KK) yang tersebar di tujuh desa.
Desa-desa yang terdampak banjir di Kecamatan Rambipuji meliputi Desa Rambigundam, Rambipuji, Curahmalang, Nogosari, Kaliwining, Gugut, dan Rowotamtu.
Bantuan Logistik dan Imbauan
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Jember telah menerjunkan bantuan logistik untuk warga terdampak. Prioritas penanganan diberikan kepada Kecamatan Rambipuji mengingat tingginya jumlah warga yang terdampak. Dapur umum telah didirikan di empat desa di Kecamatan Rambipuji untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi.
Selain itu, distribusi logistik juga dilakukan untuk warga di Kecamatan Bangsalsari dan Wuluhan. Seluruh warga yang sebelumnya mengungsi dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing.
Edi Budi Susilo mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, terutama mengingat adanya peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur pada periode 10-20 Februari 2026.






