Jumat, 16 Januari 2026 – Tri Tito Karnavian resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) untuk masa bakti 2025-2029. Dalam kepemimpinannya, Tri berkomitmen untuk memperkuat kualitas kesehatan perempuan dan keluarga, yang ia yakini sebagai fondasi penting bagi pembangunan bangsa.
Peran Strategis Perempuan dan Olahraga Keluarga
Tri menekankan peran strategis perempuan, tidak hanya sebagai pilar keluarga, tetapi juga sebagai agen perubahan. Bersama jajaran pengurus lainnya, Tri dilantik oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, di Kantor KONI Pusat, Jakarta, pada Kamis (15/1).
“Melalui gerakan olahraga keluarga yang inklusif dan berkelanjutan, Perwosi berkontribusi nyata dalam membangun fondasi sumber daya manusia Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” ujar Tri dalam keterangan tertulis, Jumat (16/1/2026).
Visi dan Misi Perwosi
Visi utama Perwosi di bawah kepemimpinan Tri adalah mewujudkan perempuan Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing sebagai penggerak olahraga keluarga. Keluarga yang sehat di Indonesia dinilai berperan besar dalam mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045.
Untuk mencapai visi tersebut, Perwosi memiliki beberapa misi penting. Pertama, menggerakkan perempuan sebagai motor penggerak olahraga keluarga. Kedua, mendorong tersedianya akses dan program olahraga yang inklusif, berkelanjutan, serta ramah terhadap keluarga. Ketiga, memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan demi mewujudkan sumber daya manusia yang unggul.
Sinergi dengan KONI dan Pilar Utama
Tri menyadari besarnya tanggung jawab dalam membangun prestasi dan kesehatan nasional. Oleh karena itu, ia menegaskan komitmen Perwosi untuk terus bersinergi dengan KONI.
“Kami siap melaksanakan tugas-tugas selanjutnya demi mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan berdaulat melalui penguatan peran perempuan di bidang olahraga,” ungkap Tri.
Lebih lanjut, Tri memaparkan tiga pilar utama yang akan menjadi fokus dalam mewujudkan perempuan yang sehat dan berdaya: menjadikan perempuan sebagai penggerak olahraga, menyediakan program olahraga yang relevan, serta memperkuat kolaborasi di bidang olahraga.






