Artis sekaligus pendakwah, Umi Pipik, berbagi cerita mengenai ibadah dan kebiasaan keluarganya di bulan Ramadan. Ia mengaku tidak memiliki tradisi khusus setiap Ramadan, namun lebih memilih menjalankan ibadah salat Tarawih di rumah.
Tarawih di Rumah Lebih Nyaman
Umi Pipik mengungkapkan bahwa suasana masjid yang padat saat Ramadan membuatnya lebih nyaman menjalankan Tarawih di rumah bersama anak-anak. Momen ini sekaligus menjadi kesempatan baginya untuk bisa bersama dengan anak-anaknya dalam waktu yang cukup lama, sebuah kondisi yang jarang terjadi pada hari biasa.
“Tradisi khususnya gak ada sih, paling tarawihnya sih kalau saya gak di masjid ya, paling gitu aja,” kata Umi Pipik di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).
Menu Sederhana Sesuai Selera Anak
Menyoal menu buka puasa, Umi Pipik mengatakan anak-anaknya termasuk sederhana dalam urusan makanan. Ia biasanya menyiapkan hidangan yang tidak pedas, sesuai dengan selera anak-anaknya yang mirip dengan almarhum Uje.
“Kalau anak-anak kan memang dia sama kayak Uje, gak bisa pedas. Jadi ya udah bikinnya yang manis-manis aja. Anak-anak saya kan simpel orangnya,” tuturnya.
Turun Tangan Langsung di Dapur
Meskipun memiliki kesibukan sebagai public figure dan pendakwah, Umi Pipik mengaku tetap turun langsung ke dapur untuk menyiapkan hidangan sahur dan berbuka puasa.
“Iya…. Selalu (turun tangan langsung di dapur), selalu. Sahur sama buka tuh pasti,” aku Umi Pipik.
Ia menjelaskan alasannya bukan semata-mata karena anak-anak hanya mau makan masakannya, melainkan agar menu yang disajikan benar-benar sesuai dengan selera mereka. Hal ini penting agar makanan yang disiapkan tidak terbuang sia-sia.
“Kadang tuh harus sesuai seleranya dia. Kalau kita masak sesuai seleranya kita, kadang anaknya kagak makan gitu. Jadi harus tanya dulu, ‘Ini maunya apa? Maunya apa?’ Jadi bikin dikit-dikit, tapi kemakan semua gitu,” jelas Umi Pipik.






