Ramadan tahun ini membawa suasana berbeda bagi pasangan Ustaz Solmed dan April Jasmine. Kehadiran kedua putra kembar mereka, Mahir dan Aqiel, kini tak lagi mengisi rumah mereka seutuhnya karena keduanya tengah menempuh pendidikan di pondok pesantren. Meskipun berat harus berpisah, Ustaz Solmed membagikan sebuah fakta menarik mengenai ketegaran mental anak-anaknya.
Anak Tak Menangis Saat Diantar ke Pesantren
Saat diantar ke pondok pesantren, kedua putra kembarnya justru tidak menunjukkan tangisan sama sekali. Ustaz Solmed mengungkapkan bahwa ada pola asuh khusus yang ia dan sang istri terapkan sebelum melepas buah hati mereka. “Penting banget walaupun anak itu di bawah kendali kita, tidak serta-merta kemudian kita tidak mengajak dia bicara,” ujar Ustaz Solmed saat diwawancarai di Studio Rumpi: No Secret TransTV, Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (19/2/2026).
Meneladani Komunikasi Nabi Ibrahim
Ustaz Solmed menolak keras pendekatan otoriter dalam memaksa anak untuk masuk pesantren. Ia mengaku meneladani cara komunikasi Nabi Ibrahim kepada Nabi Ismail, yang sangat mengedepankan dialog. Sebelum keberangkatan, ia bersama April Jasmine telah mengajak anak-anaknya berdiskusi secara mendalam mengenai logika, manfaat, hingga risiko berjauhan dengan orang tua.
“Kita ajak ngobrol. Sampai pada akhirnya, Masyaallah, itu anak begitu dibawa ke pondok, gak ada nangisnya. Bener-bener enggak netes air mata,” cerita Ustaz Solmed dengan nada bangga.
Pertanyaan Anak yang Mengharukan
Saking tegarnya, sang anak bahkan melontarkan sebuah pertanyaan yang membuat hati kedua orang tuanya terenyuh. “Kalimat terakhir kita mau pulang, dia cuman bilang, ‘Berapa tahun lagi Ayah-Mami akan jemput kita?’ Sekuat itu setelah semua diajak bicara baik-baik,” lanjut Ustaz Solmed.
Fokus Fasilitasi Pondasi Agama
Meskipun memasukkan anak-anaknya ke pesantren, Ustaz Solmed menegaskan bahwa ia tidak memaksakan kehendak agar anak-anaknya kelak harus menjadi seorang ustaz. Baginya, tugas utama orang tua adalah memfasilitasi pondasi agama yang kuat bagi anak-anaknya.
“Pada prinsipnya bebas. Nanti biar dia dan Allah yang mengarahkan ke mana dia melangkah dengan cita-citanya,” tegasnya.
Video terkait: Gentle, Mindful atau VOC Parenting, Mana Pola Asuh yang Paling Tepat?






