JAKARTA – Vokalis grup band Zivilia, Zul Zivilia, membuktikan komitmennya sebagai kepala keluarga tidak luntur meski tengah menjalani hukuman 18 tahun penjara di Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor. Ia mengaku masih dapat membiayai kebutuhan istri dan keempat anaknya, khususnya untuk pendidikan, melalui royalti karya musiknya.
Zul, yang memiliki nama asli Zulkifli, mengungkapkan rasa syukurnya atas popularitas kembali lagu-lagu hitsnya, seperti “Aishiteru 2” dan “Aishiteru 3”. Peningkatan apresiasi publik terhadap karyanya ini berdampak positif pada pemasukan keluarganya.
“Royalti lumayan ini. Dari WAMI (Wahana Musik Indonesia) lumayan. Apalagi kita tahu Aishiteru 3 naik kan? Ini Aishiteru 2 juga naik. Bagi kita itu sudah banyak, dan itu sudah lebih dari cukup menurut saya,” ujar Zul Zivilia saat ditemui di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan sistem pembayaran royalti yang diterimanya dikumpulkan dalam jangka waktu tertentu. Zul memiliki strategi khusus dalam mengelola keuangan tersebut demi menjamin masa depan pendidikan anak-anaknya.
“Termnya (pembayaran) kita kumpulin per tahun. Jadi per tahun ketika royalti keluar, langsung bayar buat tagihan anak sekolah semua untuk satu tahun penuh,” tuturnya.
Tak hanya mengandalkan lagu lama, Zul yang tetap produktif menciptakan lagu di dalam lapas juga memiliki taktik cerdik dalam urusan kontrak. Untuk memastikan pendapatan dari karya terbarunya dapat langsung dirasakan oleh istrinya, Retno Paradinah, ia mendaftarkan lagu-lagu tersebut atas nama istrinya.
“Semua lagu-lagu saya yang diciptakan di Lapas ini, itu atas nama dia (istri) semua, jadi biar aman dan langsung masuk ke rekening istri, pakainya nama dia,” terangnya.
Retno Paradinah, yang setia mendampingi Zul selama wawancara, membenarkan pernyataan suaminya. Baginya, kiriman royalti dan semangat Zul untuk terus berkarya menjadi kekuatan utama bagi keluarga untuk bertahan hidup.
“Ya Alhamdulillah, sejauh ini rutin royalti keluar. Dia punya semangat buat bikin lagu saja sudah Alhamdulillah banget, karena otomatis dia mikirin kita juga di rumah. Mikirin gimana caranya buat tetap bisa nafkahin anak-anak,” ungkap Retno Paradinah.
Sebelumnya, diberitakan bahwa kafe dan mal wajib membayar royalti lagu yang diputar untuk komersil.






