Berita

132 Siswa di Manggarai Barat Diduga Keracunan Usai Santap Menu Makan Bergizi Gratis

Advertisement

Sebanyak 132 siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) di Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa tersebut mengalami keluhan mual, muntah, hingga nyeri perut dan dirawat di Puskesmas Golowelu.

Puluhan Siswa Terjangkit Gejala Keracunan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Manggarai Barat, Adrianus Ojo, mengonfirmasi jumlah siswa yang diduga keracunan MBG mencapai 132 orang. Angka ini meningkat dari perkiraan awal Puskesmas Golowelu yang memperkirakan jumlahnya hanya puluhan orang.

Siswa yang terdampak berasal dari beberapa sekolah, yaitu SMAN 1 Kuwus (42 siswa), SMKN 1 Kuwus (9 siswa), SMPN 2 Kuwus (31 siswa), SDI Golowelu 2 (20 siswa), dan SDI Golo Bombong (30 siswa). “Gejala yang dialami adalah mual, muntah, nyeri perut dan diare,” ujar Adrianus.

Menu Makan Bergizi Gratis yang Dikonsumsi

Menu MBG yang dikonsumsi para siswa terdiri dari nasi putih, tempe krispi, telur kukus sambalado, sayur taoge, sayur labu, sayur sawi hijau, dan buah semangka. Menu tersebut disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang berlokasi di Kuwus Barat.

Advertisement

Sebagian besar siswa yang mengalami gejala keracunan telah diizinkan pulang. Namun, dua orang siswa masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Golowelu hingga berita ini diturunkan.

Proses Uji Laboratorium Sampel Makanan

Menindaklanjuti kejadian ini, tim surveilans Dinkes Manggarai Barat telah mengambil sampel dari menu MBG yang dikonsumsi oleh para siswa. Sampel makanan tersebut saat ini masih dalam proses uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti keracunan.

Adrianus berjanji akan segera menyampaikan hasil uji laboratorium setelah keluar. Pihaknya terus berupaya memastikan keamanan pangan bagi para siswa penerima program MBG.

Advertisement