Kebakaran hebat melanda kawasan kompleks Pasar Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Minggu (25/1) malam. Sebanyak 15 rumah dan ruko hangus tak bersisa. Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut.
Api Merambat Cepat Akibat Angin Kencang
Kepala Pelaksana BPBD Katingan, Markus, menjelaskan bahwa api diduga berasal dari korsleting arus pendek listrik di salah satu warung di kompleks pasar. Namun, angin kencang yang bertiup malam itu membuat api dengan cepat merambat, tidak hanya menghanguskan bangunan komersial tetapi juga merembet ke permukiman warga.
“Diduga akibat adanya korslet arus pendek. Api sudah bisa dipadamkan tadi malam hingga pagi dini hari,” kata Markus, dilansir detikKalimantan, Selasa (27/1/2026). Upaya pemadaman berlangsung dramatis selama tujuh jam, mengerahkan hingga 5.000 liter air dari unit Water Supply.
Dampak Luas, Sekolah Turut Terdampak
Titik awal kebakaran teridentifikasi di Jalan Bungai RT.007 RW.004, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir. Selain 15 rumah dan ruko yang ludes, dua gedung sekolah, yakni MIN dan MTs Al Badar Kasongan, yang berlokasi di dekat Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga dilaporkan terdampak.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian material diperkirakan sangat besar. Puluhan warga kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian, sementara ratusan siswa harus mengungsi ke ruang kelas lain untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar.
Penyelidikan Forensik Dimulai
Kasatreskrim Polres Katingan, Iptu Gusti Adabi, menyatakan bahwa pihaknya telah memasang garis polisi di sekitar TKP untuk keperluan penyelidikan. “Untuk saat ini kami masih melakukan proses penanganan dengan memasang police line di TKP tersebut,” ujarnya kepada detikKalimantan, Senin (26/1/2026).
Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dari Banjarmasin dijadwalkan akan tiba pada Selasa (27/1/2026) untuk melakukan olah TKP secara forensik. Beberapa barang bukti yang akan diinvestigasi meliputi abu sisa kebakaran, kabel-kabel yang ditemukan di lokasi, serta pusat meteran listrik. “Besok (Selasa) rencananya dari Puslabfor Banjarmasin datang untuk mencari bukti-bukti forensik. Kami masih mencari titik awal munculnya api. Beberapa menjadi barang bukti seperti kabel-kabel yang tersisa di sana, serta pusat meterannya,” jelas Gusti.






