Berita

Agam Rinjani Turun Tangan Bantu Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 di Medan Terjal Pangkep

Advertisement

Pangkep, Sulawesi Selatan – Relawan pencarian dan penyelamatan (SAR) bernama Abdul Haris Agam, yang akrab disapa Agam Rinjani, turut ambil bagian dalam operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 PK-THT yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Agam Rinjani akan memfokuskan bantuannya pada teknik vertical rescue atau evakuasi di medan yang sangat curam.

Kedatangan Agam Rinjani bersama timnya disambut di Posko Operasi SAR gabungan yang berlokasi di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep. Ia menyatakan kesiapannya untuk berkoordinasi dengan tim Badan SAR Nasional (Basarnas) dan relawan lainnya mengenai strategi pencarian.

“Jadi kami ikut saja koordinasi dengan teman-teman Basarnas bagaimana strateginya kami ikut membantu khususnya di vertical rescue,” ujar Agam, Rabu (21/1/2026), seperti dilansir detikSulsel.

Agam Rinjani dan timnya dijadwalkan akan segera memulai operasi pencarian dan pertolongan pada hari ini. Mereka akan menempati posisi di area vertikal dan berencana untuk menginap di lokasi tersebut sesuai dengan kesepakatan tim.

“Kita ambil posisi di bagian vertikal. Kami akan menginap di atas selama kurang lebih maksud saya sesuai kesepakatan nantinya,” jelasnya.

Advertisement

Lebih lanjut, Agam menegaskan bahwa fokus utama operasi SAR ini adalah pencarian korban. Ia akan langsung menyusuri lereng Gunung Bulusaraung, tepatnya di sekitar pos 9 jalur pendakian utama yang memiliki medan vertikal.

“Gabung di pos 9 di jalur utama. Jalur vertikal. Jadi ada beberapa sesuai dengan hasil briefing kita ikut, kita bantu di vertical rescue. Kami bawa tali, alat vertical rescue lengkap,” paparnya.

Agam Rinjani mengakui bahwa operasi SAR untuk pesawat ATR 42-500 ini bukanlah tugas yang mudah. Tantangan cuaca ekstrem dan medan yang terjal menjadi hambatan signifikan bagi tim SAR dalam melaksanakan tugas pertolongan dan evakuasi korban.

Advertisement