Berita

AHY Ungkap 238.783 Rumah Rusak Akibat Bencana Sumatera, Perlu Rp 8,2 Triliun

Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melaporkan bahwa 238.783 unit rumah terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Data ini telah dikumpulkan dan dihitung oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Rincian Kerusakan Rumah

“Dan dikalkulasi per hari ini dapat kami laporkan, nanti bisa dilengkapi oleh Kementerian PKP, total rumah terdampak sampai dengan 14 Januari 2026 adalah 238.783 unit,” ujar AHY dalam rapat koordinasi satgas penanganan pascabencana Sumatera di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, pada Kamis (15/1/2026).

AHY merinci, kerusakan rumah terbanyak terjadi di Aceh, mencapai 208.693 unit. Diikuti oleh Sumatera Utara dengan 24.294 unit, dan Sumatera Barat sebanyak 5.796 unit.

Estimasi Anggaran Perbaikan

Berdasarkan data tersebut, AHY memperkirakan anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan dan perbaikan rumah warga terdampak mencapai sekitar Rp 8,2 triliun. Angka ini belum termasuk kebutuhan untuk pembangunan infrastruktur lainnya.

Advertisement

“Paling tidak ini estimasi biaya pembangunan atau perbaikan rumah-rumah warga tersebut kurang lebih sekitar tercatat di sini Rp 8,2 triliun, sedangkan untuk alokasi atau estimasi dari anggaran yang dibutuhkan untuk infrastruktur dasar berdasarkan laporan Menteri PU sekitar Rp 51,8 triliun,” jelasnya.

AHY menambahkan bahwa proses pembangunan dan perbaikan telah dimulai. Ia berkomitmen untuk terus memantau perkembangannya.

“Memang ini akan membutuhkan pengawalan termasuk kecepatan menggelar alat-alat berat dan kerja sama yang ketat antara pusat dan daerah, dan kami menyarankan Bapak Menko, Bapak Ketua, agar benar-benar kita kawal melalui monitoring dan evaluasi, monev secara berkala, baik yang reguler maupun insidental di Jakarta maupun di lapangan,” ucapnya.

Advertisement