Boyolali, Jawa Tengah – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, memimpin langsung pembacaan “Deklarasi Boyolali” pada puncak peringatan Hari Desa Nasional (HDN) 2026. Acara yang digelar di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, ini diharapkan menjadi landasan kuat untuk mewujudkan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada kemajuan desa di seluruh Indonesia.
Tiga Poin Utama Deklarasi Boyolali
Deklarasi tersebut memuat tiga poin komitmen utama. Pertama, penegasan pelaksanaan program prioritas presiden dalam rangka mewujudkan Asta Cita ke-6. Kedua, penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung program-program strategis seperti swasembada pangan dan energi, program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, serta Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).
Poin ketiga adalah penegasan posisi masyarakat desa sebagai aktor utama dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Mendes Yandri menekankan peran sentral desa dalam menopang ketahanan ekonomi nasional, mengingat desa selama ini telah menjadi penyedia bahan pangan, tenaga kerja, dan bahan baku industri lokal.
Semangat Gotong Royong dan Persatuan
Dalam sambutannya, Yandri Susanto menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto, “Pesan Bapak Presiden Prabowo, kita ini bukan Superman, tapi kita adalah Super Team. Maka saya mengajak di Hari Desa Nasional ini, ayo kita tumbuhkan dan bangkitkan energi positif kita, Bapak-Ibu.” Ia mengajak seluruh elemen masyarakat desa untuk bergotong-royong menyukseskan program dan menggali potensi desa demi terciptanya iklim ekonomi yang berkelanjutan.
“Dengan gotong-royong, pekerjaan berat menjadi ringan, memperkuat persatuan tanpa membedakan suku/agama, dan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif, serta memastikan pembangunan desa menjadi milik bersama,” ujar Yandri.
Menteri asal Bengkulu Selatan ini juga mengingatkan pentingnya persatuan dan kekompakan. “Hilangkan praduga-praduga yang tidak bermutu dan tidak perlu. Mari kita gaungkan rasa kekompakan, persatuan, dan kemauan kita untuk maju. Ini negeri kita yang sangat subur dan makmur. Namun, jika kita tidak bersatu, tidak kompak, dan tidak guyub, kita harus hati-hati,” paparnya.
Pendekatan Terkoordinasi untuk Pembangunan Desa
Yandri Susanto menyatakan bahwa program yang dirancang bersama oleh berbagai pemangku kepentingan dan lintas sektor cenderung lebih relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat dan memiliki dukungan yang lebih luas. Pendekatan pembangunan desa lintas sektor ini akan mengubah strategi yang terfragmentasi menjadi lebih terkoordinasi dan kuat, yang merupakan kunci untuk menciptakan desa yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Baru Bapak Presiden Prabowo yang menempatkan desa menjadi subjek atau pelaku utama. Membangun negeri ini yang begitu luas dengan penduduk yang banyak tidak mungkin dikerjakan oleh satu kementerian, satu lembaga, atau satu sektor saja,” pungkasnya.
Daftar Pejabat yang Hadir
Acara puncak HDN 2026 ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain:
- Menteri Hukum dan HAM: Supratman Andi Agtas
- Menteri Perdagangan: Budi Santoso
- Menteri Kelautan dan Perikanan: Sakti Wahyu Trenggono
- Wakil Menteri Desa dan PDT: Ariza Patria
- Wakil Menteri Dalam Negeri: Ahmad Wiyagus
- Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Veronica Tan
- Wakil Menteri Lingkungan Hidup: Diaz Hendropriyono
- Kepala Unit Kerja Presiden (UKP) Kepemudaan dan Pekerja Seni: Raffi Ahmad
Turut hadir pula Pimpinan Lembaga Negara seperti Ketua DPD Sultan Bakhtiar Najamuddin, Kepala BNPT Eddy Hartono, Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto, JAM Intelejen Reda Manthovani, dan Kepala BNN Suyudi Ario Seto. Beberapa Gubernur juga turut hadir, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. Dari lingkungan Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, hadir Sekjen Taufik Madjid beserta Pejabat Tinggi Madya dan Pratama.






