Liverpool – Pemain anyar Liverpool, Florian Wirtz, masih belum menunjukkan performa terbaiknya sejak didatangkan dari Bayer Leverkusen pada bursa transfer musim panas lalu. Penampilan pemain asal Jerman itu bahkan menuai kritik dari legenda sepak bola Inggris, Alan Shearer.
Performa Mengecewakan Wirtz
Wirtz ditebus Liverpool dengan mahar sebesar 100 juta poundsterling. Sejauh ini, pemain berusia 22 tahun itu telah tampil sebanyak 30 kali di berbagai kompetisi, mencetak empat gol dan tujuh assist. Namun, performanya dinilai belum sepadan dengan harga yang dikeluarkan.
Pada pertandingan akhir pekan lalu, Liverpool harus menelan kekalahan 2-3 dari Bournemouth di Vitality Stadium. Dalam laga tersebut, Wirtz tidak memberikan kontribusi berarti, baik gol maupun assist. Bahkan, dalam satu momen krusial, Wirtz gagal memanfaatkan peluang emas yang seharusnya bisa berbuah gol.
Kritik Tajam Alan Shearer
Alan Shearer, mantan pemain Newcastle United dan Blackburn Rovers, secara terang-terangan mengkritik Wirtz dan Liverpool yang dinilainya mulai kehilangan ketajaman. Shearer menyoroti keputusan Wirtz dalam sebuah peluang di pertandingan melawan Bournemouth.
“Mengapa dia tidak langsung menembak? Lihat, dia membawa bola dengan sangat baik ke kaki kirinya. Seharusnya dia melengkungkan bola ke pojok gawang! Namun, dia justru memilih opsi terburuk; lagi-lagi, itu adalah operan yang sangat buruk dan berakhir sia-sia,” ujar Shearer seperti dikutip dari Sportskeeda.
Lebih lanjut, Shearer menambahkan kekecewaannya terhadap pola permainan Wirtz yang dinilainya terlalu ragu-ragu dalam mengambil keputusan.
“Sekali lagi, Wirtz berhasil menempatkan dirinya di posisi yang menguntungkan. Namun, dia kembali memilih untuk tidak menembak. Mengapa? Anda tidak akan bisa mencetak gol jika tidak melakukannya. Dua gol yang mereka peroleh berasal dari situasi bola mati, tetapi seperti yang telah saya katakan, mereka mampu mencapai posisi yang bagus namun sangat boros dalam penyelesaian akhir. Itulah sebabnya saya katakan bahwa mereka telah melembek,” pungkasnya.
Kritik ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi Wirtz dan jajaran pelatih Liverpool untuk segera memperbaiki performa di sisa musim kompetisi.
Sumber: 90Menit.ID






