Berita

Andre Rosiade dan KAI Jajaki Commuter Line Padang, Peninjauan Lapangan Segera Dilakukan

Advertisement

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin menjajaki peluang pengembangan layanan kereta commuter line di Kota Padang. Rencana ini dibahas dalam pertemuan di Jakarta Railway Centre (JRC), Jakarta, pada Jumat (6/2/2026).

Pertemuan tersebut juga dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sumbar Adib Alfikri, Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumbar Armizoprades, dan Kepala Bappeda Provinsi Sumbar Zefnihan.

Solusi Transportasi Massal

Andre Rosiade menyatakan bahwa pengembangan commuter line di Kota Padang merupakan salah satu solusi transportasi massal yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah di ibu kota Provinsi Sumatera Barat.

Menurut Andre, PT KAI membuka peluang untuk menjadikan layanan kereta bandara sebagai tulang punggung commuter line yang dapat melayani masyarakat Kota Padang secara lebih luas. “Ke depan, kita membicarakan bagaimana Kota Padang punya commuter line. PT KAI akan melakukan terobosan, kereta bandara tidak hanya melayani bandara, tetapi juga menjadi commuter line. Rutenya akan diperluas ke Indarung dan Teluk Bayur, sehingga seluruh wilayah Kota Padang bisa dilalui kereta api,” ujar Andre Rosiade, yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.

Dukungan PT KAI

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyambut baik gagasan tersebut. Sebagai putra daerah Sumatera Barat, Bobby menyatakan pada prinsipnya PT KAI mendukung rencana pengembangan commuter line di Kota Padang dan siap membuka ruang sinergi apabila peluangnya memungkinkan secara teknis maupun operasional.

“KAI pada dasarnya mendukung pengembangan transportasi publik berbasis kereta api. Jika ada peluang untuk commuter line di Kota Padang, tentu akan kita kaji dan siapkan bersama,” kata Bobby Rasyidin.

Advertisement

Peninjauan Lapangan

Sebagai tindak lanjut, Andre Rosiade mengungkapkan bahwa peninjauan lapangan terhadap titik-titik potensial commuter line di Kota Padang dijadwalkan pada 18 Februari 2026. Peninjauan ini rencananya akan dilakukan bersama Direktur Utama PT KAI dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi.

“Insyaallah pada 18 atau 19 Februari kita akan meninjau langsung titik-titik commuter line di Kota Padang bersama Pak Dirut KAI dan Pak Gubernur Sumbar. Ini langkah awal agar perencanaannya benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Agenda Strategis Lainnya

Selain membahas commuter line, pertemuan di JRC Jakarta itu juga membicarakan sejumlah agenda infrastruktur strategis lainnya di Sumatera Barat. Beberapa di antaranya adalah pembangunan Flyover Padang Luar dan jalur penyelamatan darurat di Koto Baru, Kabupaten Tanah Datar.

Pengembangan commuter line di Kota Padang dinilai sebagai terobosan penting dalam membangun sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Andre Rosiade menegaskan, dorongan terhadap proyek-proyek tersebut sejalan dengan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan solusi konkret atas persoalan kemacetan dan konektivitas yang telah berlangsung puluhan tahun di Sumatera Barat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui infrastruktur transportasi modern.

Advertisement