Berita

Andre Rosiade Mendesak Pembangunan Gardu Induk Penopang Pelabuhan Air Bangis

Advertisement

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mendesak percepatan pembangunan Gardu Induk Ujung Gading di Kabupaten Pasaman Barat. Gardu induk ini dinilai krusial sebagai penopang utama kebutuhan listrik di kawasan strategis Pelabuhan Teluk Tapang, atau yang dikenal sebagai Pelabuhan Air Bangis.

Pernyataan ini disampaikan Andre dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI bersama jajaran Direksi PT PLN (Persero). Sebelumnya, Andre Rosiade menyampaikan apresiasinya atas respons cepat PLN dalam memulihkan jaringan listrik di Sumatera Barat pascabencana alam.

“Saya sebagai wakil masyarakat Sumatera Barat mengucapkan terima kasih kepada Dirut PLN dan seluruh jajaran. Mereka turun langsung ke lapangan, berjibaku di tengah kondisi sulit, sehingga Sumatera Barat menjadi salah satu provinsi tercepat dalam pemulihan pascabencana,” ujar Andre Rosiade, Rabu (21/1/2026).

Andre Rosiade menambahkan, meskipun akses jalan dan lokasi terdampak belum sepenuhnya pulih, ratusan pegawai PLN telah bekerja keras di lapangan. Mereka membawa tiang listrik dan peralatan, bahkan mendistribusikan genset sebagai solusi sementara di area yang sulit dijangkau.

Setelah menyampaikan apresiasi, Andre mengalihkan fokus pada tantangan infrastruktur energi di kawasan barat Sumatera Barat. Ia menjelaskan bahwa Pelabuhan Teluk Tapang di Air Bangis telah dibangun dan direncanakan menjadi pelabuhan utama untuk ekspor komoditas seperti CPO, hasil tambang, serta logistik energi. Rencana ini diperkuat dengan dorongan pembangunan depo BBM Pertamina untuk meningkatkan ketahanan energi.

Advertisement

Namun, rencana besar tersebut terhambat oleh ketiadaan gardu induk di wilayah itu. “Kami tidak punya gardu induk di sana. Gardu terdekat jaraknya sekitar 115 kilometer. Ini tentu tidak efisien dan berisiko bagi pasokan listrik kawasan industri dan pelabuhan,” ungkapnya.

Andre Rosiade menegaskan bahwa pembangunan Gardu Induk Ujung Gading sebenarnya telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034. Ia mendesak agar rencana ini segera dieksekusi, bukan hanya sekadar dokumen.

“Kami butuh investasi. Selama ini Sumatera Barat tertolong karena kiriman uang perantau Minang yang mencapai sekitar Rp20 triliun per tahun. Tapi kami tidak bisa selamanya bergantung pada itu. Infrastruktur listrik harus diperkuat agar investor mau masuk,” tegas Sekretaris Fraksi Partai Gerindra MPR RI ini.

Andre Rosiade berharap pembangunan gardu induk dapat dimulai paling lambat pada tahun 2026, sejalan dengan pengembangan kawasan pelabuhan dan industri. Dengan infrastruktur yang memadai, ia optimistis kawasan barat Sumatera Barat akan berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang mampu menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan daerah.

Advertisement